Sabtu, 7 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Erupsi Dini Hari, Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 5,5 km

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: Antara News
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Erupsi Dini Hari, Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 5,5 km
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Gunung Semeru kembali memuntahkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer ke arah tenggara pada Sabtu dini hari, berdasarkan laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
  • Erupsi yang terjadi pukul 00.11 WIB ini menjadi pengingat serius akan potensi bahaya vulkanik di area sempadan sungai Besuk Kobokan, yang menjadi jalur luncuran material dari puncak tertinggi di Jawa tersebut.
  • Meskipun belum menimbulkan korban jiwa, aktivitas gunung yang berstatus Siaga (Level III) ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat di lereng selatan.

Gunung Semeru kembali memuntahkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer ke arah tenggara pada Sabtu dini hari, berdasarkan laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Erupsi yang terjadi pukul 00.11 WIB ini menjadi pengingat serius akan potensi bahaya vulkanik di area sempadan sungai Besuk Kobokan, yang menjadi jalur luncuran material dari puncak tertinggi di Jawa tersebut. Meskipun belum menimbulkan korban jiwa, aktivitas gunung yang berstatus Siaga (Level III) ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat di lereng selatan.

Sigit Rian Alfian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, mencatat bahwa kolom letusan mencapai ketinggian sekitar satu kilometer di atas puncak, dengan tinggi puncak yang berada pada elevasi 4.676 meter di atas permukaan laut. Erupsi berlangsung selama kurang lebih enam menit dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 33 mm. Kondisi kolom abu teramati tebal kelabu dengan arah condong ke selatan dan barat daya, sebaran abu pun mengarah ke kawasan tersebut. Ini merupakan erupsi kedua dalam hitungan hari, mengingat pada Jumat sore sebelumnya (6/11) gunung ini juga meluncurkannya sejauh lima kilometer ke arah yang sama.

Kewaspadaan Tinggi dan Status Siaga Level III

Merespons rangkaian erupsi tersebut, Isnugroho, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, menegaskan bahwa situasi warga di lereng Semeru berjalan lancar dan tidak terdampak signifikan. Hal ini dikarenakan zona merah yang rawan bencana erupsi sudah steril dari aktivitas masyarakat. Sebagai langkah antisipasi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri, kini siaga penuh di Pos Pantau Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo. Peningkatan koordinasi ini dipicu oleh ancaman potensi aliran lahar dan luncuran lava yang terus mengintai lembah-lembah berhulu di puncak gunung. Dampak fenomena alam yang ekstrem ini juga sejalan dengan paradoks cuaca ekstrem dan dinamika atmosfer yang dijelaskan oleh BMKG, di mana hujan lebat dapat memicu aliran lahar setelah erupsi.

BPBD secara tegas mengeluarkan imbauan dan aturan keselamatan terkait aktivitas di sekitar gunung. Berikut adalah batasan jarak aman yang harus dipatuhi oleh warga dan pengunjung:

  • Dilarang melakukan aktivitas dalam radius 13 km dari puncak, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan.
  • Dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
  • Dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak karena rawan bahaya lontaran batu pijar.

Meski data internal BPBD menyebutkan ketinggian gunung merujuk pada angka 3.676 mdpl di bagian peringatan, peringatan utama tetap terfokus pada potensi luncuran awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 km dari puncak. Masyarakat diimbau untuk selalu mewaspadai aliran lahar pada anak-anak sungai kecil dari Besuk Kobokan, serta memantau perkembangan aktivitas vulkanik secara berkala. Kondisi siaga darurat seperti ini mengingatkan kembali pada aba-nya masyarakat terhadap imbauan siaga darurat di wilayah lain, yang menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam menghadapi risiko bencana alam.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ