Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Lo Kheng Hong: Hujan Emas di Sektor Perbankan, Dividen Tembus 14% Saat IHSG Anjlok ke 5.000

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Market & Saham
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Lo Kheng Hong: Hujan Emas di Sektor Perbankan, Dividen Tembus 14% Saat IHSG Anjlok ke 5.000
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Investor legendaris Lo Kheng Hong menyatakan bahwa pelemahan drastis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang jatuh dari level 9.000 ke kisaran 5.000 menciptakan peluang luar biasa bagi investor jangka panjang.
  • Fenomena ini ia analogikan sebagai "hujan emas" di Bursa Efek Indonesia (BEI) , terutama di sektor perbankan yang kini diperdagangkan dengan harga sangat murah akibat tekanan jual dari investor asing.
  • Meski IHSG anjlok beberapa waktu lalu, sentimen pasar kini menunjukkan adanya dinamika unik di mana arus modal asing masih mencari celah di sektor BUMN.

Investor legendaris Lo Kheng Hong menyatakan bahwa pelemahan drastis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang jatuh dari level 9.000 ke kisaran 5.000 menciptakan peluang luar biasa bagi investor jangka panjang. Fenomena ini ia analogikan sebagai "hujan emas" di Bursa Efek Indonesia (BEI), terutama di sektor perbankan yang kini diperdagangkan dengan harga sangat murah akibat tekanan jual dari investor asing. Meski IHSG anjlok beberapa waktu lalu, sentimen pasar kini menunjukkan adanya dinamika unik di mana arus modal asing masih mencari celah di sektor BUMN.

Menurut Lo Kheng Hong, ketakutan pasar terhadap aksi jual asing yang telah melepas saham bernilai lebih dari Rp100 triliun sejak awal tahun menjadi pemicu utama anjaks harga. Namun, ia menegaskan bahwa bagi investor dengan horizon waktu panjang, kondisi ini bukan pertanda buruk, melainkan momen untuk memaksimalkan keuntungan melalui akumulasi saham berkualitas dengan valuasi rendah. Hal ini sejalan dengan langkah BSI yang meluncurkannya rights issue untuk meningkatkan likuiditas dan menarik minat investor institusional.

Strategi Investasi: Menghitung Imbal Hasil di Tengah Resesi Pasar

Di antara koreksi pasar yang mendalam, Lo Kheng Hong menyoroti kinerja saham-saham bank besar yang harganya turun lebih dari 50% dari puncaknya. Penurunan harga ini secara matematis meningkatkan imbal hasil dividen (dividend yield) menjadi sekitar 14%. Angka ini jauh melampaui imbal hasil dari instrumen konservatif lainnya di tengah resesi pasar:

  • Deposito: Bunga nominal sekitar 6% menjadi 4,8% setelah dipotong pajak 20%.
  • Surat Utang Negara (SUN): Imbal hasil sekitar 7,8% menjadi sekitar 7% setelah pajak 10%.
  • Saham Perbankan: Dividend yield mencapai 14% dengan potensi capital gain 100% jika harga kembali ke level semula.

"Siapkanlah ember yang besar untuk menampung hujan emas itu," ujarnya dikutip Jumat (6/11/2026). Pernyataan ini menggambarkan pendekatan agresif namun terukur dalam menangkap nilai (value investing) saat sentimen pasar negatif memukul harga aset. Strategi ini juga dapat dikombinasikan dengan instrumen investasi berkelanjutan seperti yang dikembangkan dalam indeks obligasi ESG baru di BEI yang menargetkan ekspansi produk investasi berkelanjutan.

Percaya Diri di Pasar 37 Tahun: Setiap Turun, Akan Naik Lebih Tinggi

Keputusan Lo Kheng Hong untuk tetap optimis didasarkan pada pengalaman panjangnya selama 37 tahun menjadi investor saham di BEI. Ia menegaskan bahwa pola historis menunjukkan bahwa setiap koreksi harga besar selalu diikuti oleh kenaikan harga yang lebih tinggi dari sebelumnya dalam jangka panjang.

"Kalau dia balik ke harga semula, capital gain kita 100%. Dan selama saya 37 tahun menjadi investor saham di Bursa Efek Indonesia, setiap turun, dia akan naik lebih tinggi dari sebelumnya," ungkapnya. Dengan demikian, ia mengajak investor untuk tidak terjebak dalam ketakutan psikologis yang didorong oleh penjualan asing, melainkan memanfaatkan diskon harga untuk mengakumulasi aset produktif yang fundamentalnya tetap kuat, memastikan portofolio tetap sehat di tengah volatilitas pasar global.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ