BEI Luncurkan Indeks Obligasi ESG, Targetkan Ekspansi Produk Investasi Berkelanjutan
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) secara resmi meluncurkan IndonesiaESG Bond Index pada Jumat (6/11) di Jakarta.
- Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas pasar investasi hijau dan mempertegas komitmen penguatan ekosistem investasi berkelanjutan di dalam negeri.
- Iding menjelaskan bahwa peluncuran ini melengkapi ragam acuan investasi ESG yang sebelumnya lebih banyak hadir di pasar saham.
Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) secara resmi meluncurkan IndonesiaESG Bond Index pada Jumat (6/11) di Jakarta. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas pasar investasi hijau dan mempertegas komitmen penguatan ekosistem investasi berkelanjutan di dalam negeri. Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menyatakan bahwa kehadiran indeks ini menjadi katalisator bagi perkembangan instrumen pendapatan tetap yang berbasis pada prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Iding menjelaskan bahwa peluncuran ini melengkapi ragam acuan investasi ESG yang sebelumnya lebih banyak hadir di pasar saham. Dengan adanya indeks khusus untuk obligasi, diharapkan tercipta fondasi bagi lahirnya produk investasi baru, termasuk reksadana pendapatan tetap berbasis indeks ESG. Diversifikasi produk ini diyakini akan mendorong partisipasi investor yang lebih luas dalam pembiayaan keberlanjutan.
Rekam Jejak Signifitan Pasar Utang Hijau
Pasar modal Indonesia telah menunjukkan rekam jejak yang kuat dalam menyalurkan pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial. Data menunjukkan bahwa sepanjang periode 2018 hingga 2026, akumulasi penerbitan obligasi dan sukuk berwawasan lingkungan, sosial, dan keberlanjutan telah mencapai Rp89,46 triliun. Dana tersebut diterbitkan oleh 15 entitas penerbit, membuktikan peran nyata pasar utang dalam mendukung agenda keberlanjutan nasional. Iding menegaskan bahwa meskipun capaian ini signifikan, ruang pengembangan pasar masih sangat luas dan tidak boleh membuat pelaku pasar berpuas diri.
Komitmen terhadap prinsip keberlanjutan juga tercermin dari meningkatnya transparansi korporasi. Berdasarkan data BEI, terdapat fakta menarik terkait adopsi prinsip ESG di pasar modal:
- 85 persen perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keberlanjutan pada tahun 2025.
- Lebih dari 61 perusahaan dalam indeks IDX-80 telah menyatakan komitmen net zero emission.
- Total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) ESG Fund menembus Rp5,85 triliun hingga September 2026, mencakup produk non-pasif, reksa dana indeks, hingga Exchange Traded Fund (ETF).
Dorongan bagi Manajer Investasi dan Institusi Finansial
Melalui Indonesia ESG Bond Index, BEI secara aktif mendorong para manajer investasi, lembaga dana pensiun, hingga perusahaan asuransi untuk memanfaatkan acuan ini dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih terstruktur. Iding Pardi menekankan bahwa tujuan utama dari inisiatif ini adalah menyelaraskan komitmen perusahaan dengan kebutuhan pendanaan investor. "Tujuan utama bersama saya yakin sama, adalah bagaimana komitmen perusahaan memperoleh dukungan dana dan dana investor dapat disalurkan untuk kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan," ujar Iding. Dengan demikian, indeks ini diharapkan menjadi jembatan efektif antara emiten yang menerapkan praktik bisnis bertanggung jawab dan investor yang mencari imbal hasil dengan dampak sosial-lingkungan positif.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Lo Kheng Hong: Hujan Emas di Sektor Perbankan, Dividen Tembus 14% Saat IHSG Anjlok ke 5.000

Produsen Baja RI Ancam PHK Massal: Banjir Impor Pipa Seamless Dinilai Ciptakan Persaingan Tidak Adil

Pemerintah dan DPR Sepakati Pengangkatan 172 Ribu Guru Non-ASN dan Honorer Menjadi PPPK Penuh Waktu Mulai 2027
