Di Tengah Runtuhnya IHSG ke Bawah 5.000, Lo Kheng Hong Tekankan Kunci Kekayaan: Sabar Menunggu

- Investor legendaris Lo Kheng Hong kembali menjadi sorotan di tengah gejolak pasar modal yang signifikan, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok drastis dari level 9.000 menjadi di bawah 5.000 poin.
- Menurut Lo Kheng Hong, strategi jual-beli jangka pendek atau trading tidak akan menghasilkan kekayaan substansial.
- Ia menilai bahwa aktivitas spekulatif harian justru menghambat potensi keuntungan maksimal.
Investor legendaris Lo Kheng Hong kembali menjadi sorotan di tengah gejolak pasar modal yang signifikan, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok drastis dari level 9.000 menjadi di bawah 5.000 poin. Dalam pidatonya di Gedung Bursa Efek Indonesia (Bursa Efek Indonesia/ BEI) pada Jumat (6/11/2026), pria sukses ini menegaskan bahwa kesabaran adalah satu-satunya 'keajaiban' untuk meraih keuntungan besar di instrumen investasi้ซ้ฃ้ฉ seperti saham.
Menurut Lo Kheng Hong, strategi jual-beli jangka pendek atau trading tidak akan menghasilkan kekayaan substansial. Ia menilai bahwa aktivitas spekulatif harian justru menghambat potensi keuntungan maksimal. Sebaliknya, pendekatan buy and hold atau membeli saham berkualitas dengan harga murah lalu menyimpannya dalam jangka panjang adalah metode paling efektif untuk memaksimalkan nilai aset.
Strategi 'Buy and Hold' Melawan Volatilitas Pasar
Lo Kheng Hong menjelaskan bahwa tugas utama investor bukanlah menebak pergerakan harga harian, melainkan memiliki disiplin untuk menahan aset hingga harganya kembali ke nilai wajar. Ia mengakui bahwa waktu pemulihan harga saham sepenuhnya ditentukan oleh dinamika pasar, bukan oleh keinginan investor. Oleh karena itu, ia menyarankan para investor untuk tidak terpanik saat harga jatuh, melainkan terus menunggu dengan sabar.
- Hindari Trading Jangka Pendek: Menjual kembali saham dalam waktu singkat sulit menghasilkan keuntungan besar.
- Beli dan Simpan: Fokus pada pembelian saham yang bagus dan murah, lalu tahan hingga harga wajar tercapai.
- Disiplin Menahan Diri: Kesabaran lebih menentukan hasil akhir investasi dibandingkan kemampuan analisis teknikal harian.
"Uang besar hanya bisa didapat dari menunggu," tegas Lo Kheng Hong. Ia menekankan bahwa keuntungan signifikan tidak datang dari aktivitas jual-beli yang cepat, melainkan dari ketekunan dalam mempertahankan posisi investasi selama periode yang ditentukan oleh siklus pasar.
Bursa sebagai Alat Pemindahan Kekayaan dari yang Tidak Sabar ke yang Sabar
Pandangan Lo Kheng Hong ini sejalan dengan filosofi investasi klasik bahwa pasar saham pada dasarnya adalah mekanisme transfer kekayaan. Ia mengutip prinsip bahwa bursa adalah perangkat untuk memindahkan uang dari orang yang tidak sabar kepada orang yang sabar. Pernyataan ini menjadi pengingat keras bagi investor ritel yang cenderung emosional saat menghadapi koreksi pasar.
Lo Kheng Hong bahkan berbagi pengalamannya sendiri dalam menahan saham yang harganya sedang jatuh dalam waktu lama. Meskipun harga asetnya belum kembali ke nilai wajar, ia tetap konsisten dengan sikapnya untuk tidak menjual. "Terus menunggu dengan sabar," tutupnya. Pesan ini menegaskan bahwa dalam dunia investasi, kesabaran dan disiplin mental adalah aset yang sama pentingnya dengan modal finansial, terutama ketika volatilitas pasar mencapai puncaknya.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

DOOH Akuisisi 29,88% Saham INET Senilai Rp2 Triliun untuk Perluas Ekosistem Digital

BI Buka 5 Opsi Penempatan DHE SDA, Eksportir Punya Fleksibilitas Maksimal

Pemerintah Bidik 9,7 Juta Hektare Lahan Rusak untuk Dorong Swasembada Gula dan Energi
