Kemensos Targetkan Pencairan Rp1,2 Triliun untuk Aceh Timur dan Ekspansi Sekolah Rakyat ke Kalimantan Selatan
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono secara langsung mengawal percepatan penyelesaian pengajuan bantuan senilai Rp1,2 triliun bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh Timur.
- Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, pada Rabu (4/11), berbarengan dengan diskusi kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
- Langkah ini menandai komitmen pemerintah pusat untuk menangani pascabencana dan perluasan akses pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem secara simultan.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono secara langsung mengawal percepatan penyelesaian pengajuan bantuan senilai Rp1,2 triliun bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh Timur. Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, pada Rabu (4/11), berbarengan dengan diskusi kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Langkah ini menandai komitmen pemerintah pusat untuk menangani pascabencana dan perluasan akses pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem secara simultan.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, membeberkan bahwa wilayahnya masuk dalam gelombang 10 dan 12 penanganan bencana. Kebutuhan bantuan mencakup jaminan hidup (jadup), isi hunian, dan stimulan ekonomi. Iskandar menekankan urgensi penyelesaian proses di gelombang 10 agar distribusi bantuan tidak tertunda. "Minimal di proses November ini sudah clear untuk tahap 10 ini, jadup di Aceh Timur," ujar Iskandar. Menanggapi hal ini, Agus Jabo menjelaskan bahwa anggaran masih dalam tahap pemrosesan di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas sebelum diteruskan ke Kementerian Keuangan.
Rincian Mekanisme Penyaluran Bantuan dan Ekspansi Pendidikan
Apabila anggaran disetujui, Kemensos akan menyalurkan bantuan melalui Bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Struktur bantuan yang disiapkan meliputi jadup Rp15 ribu per orang per hari, bantuan isi hunian Rp3 juta per keluarga, serta stimulan ekonomi Rp5 juta per keluarga. Agus Jabo bahkan akan mengawal proses di Bappenas bersama Sekretaris Jenderal Kemensos.
Sementara di Kalimantan Selatan, Bupati Muhammad Rusli menyatakan kesiapan Pemkab Kotabaru menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk Sekolah Rakyat. Program ini menggeser kapasitas dari 1.000 menjadi 2.500 siswa dengan target pematangan lahan pada 2026. Sekolah Rakyat ini khusus diperuntukkan bagi keluarga dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 dan 2, dengan fokus pemberdayaan orang tua dan perbaikan rumah.
Langkah Strategis Pemerintah dan Penutup
Pemerintah mengupayakan penambahan jumlah lokasi Sekolah Rakyat di 158 daerah yang telah memenuhi persyaratan clear and clean. Fokus utama adalah memastikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tidak hanya mendapat pendidikan, tetapi juga bantuan ekonomi dan tempat tinggal yang layak. Proses penerimaan siswa dilakukan melalui penjangkauan, bukan seleksi akademik, guna menjamin keadilan sosial. Agus Jabo menegaskan, sinergi antar-kementerian dan daerah ini merupakan kunci untuk memastikan bantuan dan program pendidikan tiba tepat sasaran sebelum akhir tahun.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Andil Industri Pengolahan Tumpu Pertumbuhan Ekonomi RI 5,47 Persen, Sektor Perdagangan dan Konstruksi Ikut Terakselerasi

Sultan Baktiar Najamudin Jelaskan Makna 152 Anggota DPD dan 80 Juta Suara Rakyat Daerah
