Kamis, 5 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Andil Industri Pengolahan Tumpu Pertumbuhan Ekonomi RI 5,47 Persen, Sektor Perdagangan dan Konstruksi Ikut Terakselerasi

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: Kompas Nasional
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Andil Industri Pengolahan Tumpu Pertumbuhan Ekonomi RI 5,47 Persen, Sektor Perdagangan dan Konstruksi Ikut Terakselerasi
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Edy Mahmud , Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis.
  • Angka ini mengonfirmasi bahwa sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi di tengah dinamika global, di mana kinerjanya melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional secara agregat.
  • Secara fundamental, sektor industri pengolahan tumbuh solid sebesar 5,87 persen , didorong oleh kuatnya permintaan dari pasar domestik maupun luar negeri.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa industri pengolahan atau manufaktur menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional dengan sumbangan sebesar 1,20 poin persentase dari total pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,47 persen secara year-on-year pada triwulan III 2026. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis. Angka ini mengonfirmasi bahwa sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi di tengah dinamika global, di mana kinerjanya melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional secara agregat.

Secara fundamental, sektor industri pengolahan tumbuh solid sebesar 5,87 persen, didorong oleh kuatnya permintaan dari pasar domestik maupun luar negeri. Kinerja positif ini terdistribusi di beberapa subsektor kunci yang menunjukkan akselerasi signifikan. Rincian pertumbuhan subsektor industri pengolahan antara lain:

  • Industri makanan dan minuman tumbuh 7,09 persen, ditopang lonjakan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan produk turunan CPO serta peningkatan pemanfaatan biodiesel dalam negeri.
  • Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mencatat pertumbuhan tertinggi di level 8,10 persen, berkat peningkatan produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan lonjakan produksi pupuk menjelang musim tanam.
  • Industri logam dasar tumbuh masif sebesar 9,94 persen, seiring dengan peningkatan ekspor logam dasar bukan besi dan baja, seperti katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium.

Akselerasi Sektor Perdagangan, Konstruksi, dan Digital

Di luar manufaktur, sektor perdagangan besar dan eceran menunjukkan vitalitas yang meningkat dengan pertumbuhan 7,14 persen, melampaui angka 5,46 persen pada triwulan III-2025 dan 4,85 persen** pada periode yang sama tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh bangkitnya aktivitas penjualan kendaraan bermotor, khususnya kendaraan niaga dan kendaraan listrik, serta perbaikan pasokan barang hasil industri pengolahan dan impor.

Sektor konstruksi juga mencatat lompatan signifikan dengan pertumbuhan 6,42 persen, jauh melampaui capaian 4,21 persen pada triwulan III-2025. Akselerasi ini ditopang oleh realisasi proyek infrastruktur dari sektor pemerintah dan swasta, termasuk program prioritas seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pembangunan perumahan rakyat, serta inisiatif Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda beserta revitalisasi sarana pendidikan.

Implikasi bagi Perekonomian Nasional

Komponen pendukung lain dari ekspansi ekonomi ini datang dari sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 7,13 persen. Tren ini sejalan dengan peningkatan aktivitas telekomunikasi, seperti lonjakan trafik data, intensitas penggunaan layanan data center, dan bertambahnya transaksi melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Keterkaitan data ini menunjukkan bahwa transformasi digital telah menjadi katalis yang tak terpisahkan dari pemulihan sektor riil. Seluruh rangkaian data ini menegaskan bahwa struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 bukan hanya didorong oleh satu sektor, melainkan hasil dari sinergi multidimensi antara manufaktur, perdagangan fisik, pembangunan infrastruktur, dan ekosistem digital.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸