Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Menguat 1,96%, Asing Borong BBCA Rp143 Miliar di Sesi I

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Market & Saham
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

IHSG Menguat 1,96%, Asing Borong BBCA Rp143 Miliar di Sesi I
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di zona hijau pada perdagangan sesi pertama Kamis (5/11/2026), ditutup di level 5.016,18 dengan kenaikan signifikan sebesar 96,41 poin atau 1,96% .
  • Kenaikan ini didorong oleh aktivitas perdagangan yang aktif, di mana total volume transaksi mencapai 145,24 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp5.721,13 miliar .
  • Sentimen positif ini turut memicu arus masuk dana asing yang tercatat sebesar Rp72,93 miliar dalam bentuk pembelian bersih (net foreign buy) di seluruh pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di zona hijau pada perdagangan sesi pertama Kamis (5/11/2026), ditutup di level 5.016,18 dengan kenaikan signifikan sebesar 96,41 poin atau 1,96%. Kenaikan ini didorong oleh aktivitas perdagangan yang aktif, di mana total volume transaksi mencapai 145,24 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp5.721,13 miliar. Sentimen positif ini turut memicu arus masuk dana asing yang tercatat sebesar Rp72,93 miliar dalam bentuk pembelian bersih (net foreign buy) di seluruh pasar.

Berdasarkan data dari Stockbit, total pembelian asing mencapai Rp1,93 triliun, melampaui total penjualan asing yang sebesar Rp1,85 triliun. Investor asing menunjukkan preferensi kuat terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama di sektor perbankan dan komoditas, sebagai pilihan utama untuk portofolio mereka di tengah penguatan indeks.

Perbankan dan Komoditas Jadi Incaran Utama Asing

Saham-saham blue chip menjadi magnet utama bagi investor asing, dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin daftar net buy dengan nilai Rp143,15 miliar dan volume 28,19 juta saham. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menyusul di posisi kedua dengan net buy Rp83,45 miliar, diikuti oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) senilai Rp61,54 miliar. Selain tiga besar tersebut, PT Astra International Tbk. (ASII) mencatatkan net buy Rp47,57 miliar, sementara PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) masing-masing diborong senilai Rp45,73 miliar dan Rp36,65 miliar.

Daftar sepuluh saham yang paling banyak diborong asing di sesi pertama ini meliputi:

  • BBCA: Net buy Rp143,15 miliar
  • TLKM: Net buy Rp83,45 miliar
  • AMMN: Net buy Rp61,54 miliar
  • ASII: Net buy Rp47,57 miliar
  • ANTM: Net buy Rp45,73 miliar
  • MDKA: Net buy Rp36,65 miliar
  • BBNI: Net buy Rp16,93 miliar
  • SINI: Net buy Rp16,73 miliar
  • DEWA: Net buy Rp14,33 miliar
  • BRMS: Net buy Rp13,33 miliar

Tekanan Jual Terpusat di Sektor Perbankan dan Energi

Di sisi lain, tekanan jual asing justru menimpa saham-saham perbankan besar lainnya. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas dengan net sell Rp105,95 miliar, diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan net sell Rp71,19 miliar. Pola serupa terlihat di sektor energi dan petrokimia, di mana PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dilepas senilai Rp37,40 miliar, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang masing-masing mencatat net sell Rp32,03 miliar dan Rp20,57 miliar. Pergerakan ini mengindikasikan adanya rotasi dana asing dari emiten perbankan tertentu ke sektor perbankan lain serta komoditas tambang yang sedang menguat, fenomena yang juga dibahas dalam analisis terbaru mengenai tekanan pada emiten pertambangan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ