Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Melesat 1,96% ke 5.016 Didorong Optimisme Sentimen Global, Minyak Anjlok 8,7%

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Market & Saham
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

IHSG Melesat 1,96% ke 5.016 Didorong Optimisme Sentimen Global, Minyak Anjlok 8,7%
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pasar saham Indonesia menunjukkan performa impresif pada sesi perdagangan pertama hari ini.
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan di level 5.016,18 , naik sebanyak 96,41 poin atau 1,96% dari level sebelumnya.
  • Penguatan ini dipicu oleh ekspektasi positif dari pelaku pasar terhadap berbagai katalis global, mulai dari hasil pemilu Amerika Serikat hingga perlambatan kenaikan harga energi.

Pasar saham Indonesia menunjukkan performa impresif pada sesi perdagangan pertama hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan di level 5.016,18, naik sebanyak 96,41 poin atau 1,96% dari level sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh ekspektasi positif dari pelaku pasar terhadap berbagai katalis global, mulai dari hasil pemilu Amerika Serikat hingga perlambatan kenaikan harga energi.

Sejak pembukaan pada pukul 09.00 WIB, IHSG langsung dibuka menguat di level 4.998,34 dan sempat menyentuh titik tertinggi intraday di 5.072,05. Hingga berakhirnya sesi I pukul 11.00 WIB, total volume transaksi mencapai 145,24 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp5,72 triliun. Sentimen dalam negeri pun terjaga dengan fokus investor pada rilis data ekonomi kuartal III-2026 serta rencana perluasan bantuan BPJS Kesehatan.

Katalis Global: Pemilu AS dan Data Makro Ekonomi

Gerak positif bursa Asia ini tak lepas dari dinamika politik di Amerika Serikat. Partai Demokrat berhasil merebut kendali atas Senat dan DPR melalui kemenangan telak dalam pemilu paruh waktu, yang membuka peluang untuk membatasi kekuasaan Presiden Donald Trump. Kekalahan ini terjadi di tengah kemarahan publik atas dampaknya terhadap inflasi dan biaya hidup, terutama terkait kebijakan perang dengan Iran.

Sementara itu, data ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda pemulihan bertahap. Defisit perdagangan AS menyusut tipis menjadi US$105 miliar pada September 2026, didukung ekspor yang melonjak 1,9% menjadi US$321,5 miliar. Sektor swasta juga menambah 86.000 tenaga kerja pada Oktober, melampaui ekspektasi pasar, meskipun beberapa sektor seperti jasa profesional dan bisnis masih mencatatkan pemutusan hubungan kerja.

Dampak Anjloknya Harga Minyak dan Respons Pasar

Perubahan peta kekuasaan di Washington berimbas langsung pada pasar komoditas. Harga minyak mentah dunia ambruk lebih dari 8% pada Rabu (4/11/2026) karena investor menilai posisi politik Trump yang melemah akan membatasi ruang gerak militer AS, sehingga meningkatkan peluang negosiasi damai dengan Iran.

  • Minyak Brent anjlok 8,7% ke level US$94,62 per barel.
  • Minyak WTI merosot 8,3% ke level US$88,12 per barel.
Pertumbuhan kedua indeks ini mencatatkan penutupan terendah sejak 31 Agustus. Penurunan harga energi ini dinilai menjadi sentimen positif bagi ekonomi Indonesia karena dapat menekan laju inflasi domestik dan mengurangi beban biaya impor energi, yang pada akhirnya mendukung kelangsukan penguatan IHSG di sesi perdagangan berikutnya.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ