Sinergi Danantara dan DPR Buka Jalan Kebangkitan Industri Tekstil RI Melalui Ekosistem Terintegrasi
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) secara resmi mengupayakan revitalisasi industri tekstil nasional dengan strategi pembangunan ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir.
- Dalam pengembangannya, Danantara merancang model bisnis yang memusatkan seluruh rangkaian proses industri dalam satu kawasan khusus.
- Dengan pendekatan ekonomi riil, diharapkan terciptanya korelasi langsung antara investasi industri dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) secara resmi mengupayakan revitalisasi industri tekstil nasional dengan strategi pembangunan ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah strategis ini ditujukan bukan hanya untuk memulihkan kejayaan sektor manufaktur tekstil, tetapi juga untuk menciptakan skala lapangan kerja masif yang sangat dibutuhkan oleh perekonomian Indonesia saat ini.
Dalam pengembangannya, Danantara merancang model bisnis yang memusatkan seluruh rangkaian proses industri dalam satu kawasan khusus. Dengan pendekatan ekonomi riil, diharapkan terciptanya korelasi langsung antara investasi industri dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Strategi ini merupakan upaya konkret untuk menghidupkan kembali sektor tekstil yang sempat menghadapi tantangan berat dalam beberapa tahun terakhir, dengan fokus pada keberlanjutan dan produktivitas jangka panjang.
Danantara sebagai Induk Industri: Mendorong Kolaborasi dan Perbaikan Regulasi
Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara, menegaskan pentingnya kekompakan antar-pelaku industri dalam menghadapi dinamika pasar. Ia menyebutkan bahwa Danantara akan berperan sebagai "induk" yang mengayomi dan melindungi kepentingan pelaku tekstil, sekaligus membuka ruang diskusi dengan pemerintah untuk menyempurnakan regulasi yang ada. Menurut Dony, tanpa masuk ke ekonomi riil, tidak akan ada peluang kerja yang besar. Oleh karena itu, investasi Danantara diposisikan sebagai penopang utama bagi ekosistem tekstil yang lebih solid dan terarah.
- Pembangunan ekosistem industri tekstil terintegrasi dalam satu kawasan.
- Peran Danantara sebagai investor induk yang melindungi dan mendorong pelaku industri.
- Urgensi diskusi bersama pemerintah untuk memperbaiki regulasi yang mendukung sektor tekstil.
- Tujuan akhir: menciptakan *employment* besar melalui kebangkitan industri manufaktur.
Respons DPR dan Harapan Penguatan Manufaktur Nasional
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari lembaga legislatif. Cucun Ahmad Syamsurizal, Wakil Ketua DPR, memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan Danantara yang bersedia mengambil peran protektif terhadap dunia tekstil. Kunjungan Cucun ke Wisma Danantara Jakarta menandai keseriusan pemerintah dan parlemen dalam mendukung sinergi antara kebijakan dan investasi. Cucun menilai pasar domestik yang luas menjadi peluang emas bagi industri tekstil untuk kembali bertumbuh jika didukung oleh kolaborasi semua pihak. Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, Danantara, dan pelaku industri, kebangkitan sektor ini diproyeksikan akan memperkuat fundamental manufaktur nasional serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia secara signifikan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meski IHSG Tertekan, OJK Catat Lonjakan 1,38 Juta Investor Pasar Modal per Oktober 2026

OJK: Stabilitas Sektor Keuangan RI Kokoh di Tengah Badai Geopolitik dan Inflasi Global

Bayang-Bayang MSCI: IHSG Tumbang 16,7% dan Investor Asing Kabur Rp16,88 Triliun per Akhir Oktober 2026
