Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Menguat di Tengah Tekanan Emiten Pertambangan: BRMS Bidik Produksi Emas Naik, BIPP Raup Rp100 Miliar dari Private Placement

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: Detik Bursa & Emas
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

IHSG Menguat di Tengah Tekanan Emiten Pertambangan: BRMS Bidik Produksi Emas Naik, BIPP Raup Rp100 Miliar dari Private Placement
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan tertentu saat IHSG berhasil menutup perdagangan Rabu (4/11/2026) di zona positif, naik 0,32% ke level 4.919,77.
  • Kenaikan ini didorong oleh pergerakan saham-saham blue chip seperti BBCA, ASII, dan BBRI yang kompak menguat, meskipun secara keseluruhan mayoritas saham individual masih mengalami koreksi.
  • Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp264,64 miliar di pasar reguler, menandakan minat dana asing yang tetap terjaga di tengah volatilitas pasar yang sedang berlangsung.

Pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan tertentu saat IHSG berhasil menutup perdagangan Rabu (4/11/2026) di zona positif, naik 0,32% ke level 4.919,77. Kenaikan ini didorong oleh pergerakan saham-saham blue chip seperti BBCA, ASII, dan BBRI yang kompak menguat, meskipun secara keseluruhan mayoritas saham individual masih mengalami koreksi. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp264,64 miliar di pasar reguler, menandakan minat dana asing yang tetap terjaga di tengah volatilitas pasar yang sedang berlangsung.

Kondisi pasar ini tercermin dari dominasi emiten tambang yang menjadi pemberat indeks. BRMS, emiten pertambangan strategis, mencatatkan pelemahan signifikan sebesar 6,67%, sejalan dengan koreksi BRPT dan AMMN. Namun demikian, di balik tekanan harga saham ini, terdapat dinamika fundamental yang menarik terkait rencana ekspansi produksi emas dan efisiensi operasional perusahaan di tahun-tahun mendatang.

Strategi BRMS Naikkan Produksi & Ekspansi LTLS

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan produksi emas secara signifikan. Emiten ini menargetkan produksi lebih dari 90.000 ons pada tahun 2027, naik tajam dari kisaran 65.000-70.000 ons pada tahun ini. Target agresif ini sejalan dengan rencana pengoperasian tambang emas bawah tanah baru yang dijadwalkan berjalan pada semester II 2027. Tambang baru ini menawarkan keunggulan kompetitif dengan kadar emas rata-rata di atas 3,2 gram per ton (g/t), lebih dari dua kali lipat kadar tambang terbuka saat ini yang berada di level 1,5 g/t.

  • Tren Konsumsi: Meningkatnya preferensi minuman rendah gula dan alternatif susu sapi di perkotaan.
  • Kapasitas Baru: 40 juta liter per tahun untuk liquid ingredients.
  • Target Operasional: Mulai beroperasi pada tahun 2027.

Di sisi lain, LTLS sedang memperluas kapasitas bisnis bahan baku makanan dan minuman melalui anak usahanya, Lautan Natural Krimerindo (LNK). Perusahaan tengah merampungkan fasilitas produksi liquid ingredients pertama dengan kapasitas 40 juta liter per tahun yang ditargetkan beroperasi pada 2027. Fasilitas ini akan melengkapi lini produksi spray dried yang sudah berjalan sejak 2010, dengan produk meliputi plant-based milk dan liquid creamer. Untuk mendukung ekspansi ini, LTLS menganggarkan belanja modal sekitar Rp200 miliar.

Kinerja Keuangan Tekanan & Aksi Korporasi BIPP

Perlu dicatat bahwa laporan keuangan sembilan bulan pertama 2026 bagi BRMS masih menunjukkan tekanan fundamental. Penjualan turun 8,71% menjadi US$167,58 juta, sementara laba bersih merosot 36,85% menjadi US$23,94 juta. Kondisi ini terjadi di tengah dominasi operasional tambang terbuka berkadar rendah, meskipun harga emas global sedang berada di level tinggi. Selain BRMS, aktivitas pasar juga dipengaruhi oleh aksi korporasi BIPP yang berhasil menyelesaikan penambahan modal terbatas (private placement).

BIPP menerbitkan 502,87 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp200, menghasilkan dana sebesar Rp100,57 miliar. Seluruh saham baru ini diambil oleh investor terafiliasi, yaitu PT Gratamulia Pratama yang menyerap 494,47 juta saham, dan Safire Capital Pte. Ltd sebanyak 8,40 juta saham. Aksi ini mengakibatkan dilusi kepemilikan pemegang saham lama sebesar 9,09%, dengan jumlah saham beredar meningkat dari 5,03 miliar menjadi 5,53 miliar. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta membiayai belanja modal dan modal kerja perusahaan beserta entitas anaknya, dengan pencatatan resmi di BEI dijadwalkan pada 5 November 2026.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ