Wali Kota Paris Emmanuel Gregoire Targetkan Penggandaan Personel Kepolisian demi Keamanan Publik
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Emmanuel Gregoire , Wali Kota Paris, mengumumkan rencana strategis untuk menggandakan jumlah petugas kepolisian kota yang berpatroli di jalan-jalan ibu kota Prancis.
- Untuk mewujudkan ambisi ini, pemerintah kota Paris berencana mengajukan proposal untuk dilakukan pemungutan suara terkait penambahan 1.000 posisi baru dalam kesatuan kepolisian kota.
- Langkah ini dinilai krusial mengingat saat ini kepolisian kota Paris mempekerjakan hampir 3.900 orang , dan penambahan personel dianggap diperlukan untuk memperluas jangkauan pengawasan di ruang publik.
Emmanuel Gregoire, Wali Kota Paris, mengumumkan rencana strategis untuk menggandakan jumlah petugas kepolisian kota yang berpatroli di jalan-jalan ibu kota Prancis. Dalam wawancara dengan surat kabar Le Parisien pada Jumat (6/11), Gregoire menyatakan bahwa saat ini sekitar 500 petugas kepolisian kota bertugas pada hari biasa, dan ia menargetkan jumlah tersebut dapat ditingkatkan secara signifikan demi keamanan warga.
Untuk mewujudkan ambisi ini, pemerintah kota Paris berencana mengajukan proposal untuk dilakukan pemungutan suara terkait penambahan 1.000 posisi baru dalam kesatuan kepolisian kota. Langkah ini dinilai krusial mengingat saat ini kepolisian kota Paris mempekerjakan hampir 3.900 orang, dan penambahan personel dianggap diperlukan untuk memperluas jangkauan pengawasan di ruang publik.
Fokus Pencegahan dan Anggaran Operasional
Gregoire menegaskan bahwa tugas utama kepolisian kota bukanlah penegakan hukum berat, melainkan melakukan pencegahan melalui kehadiran petugas di ruang publik, menjaga ketertiban umum, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan pemerintah kota. Ia juga secara eksplisit menyatakan tidak ada rencana untuk membekali petugas tambahan tersebut dengan senjata api mematikan, sehingga fokus utama tetap pada aspek preventif dan ketertiban sosial.
Salah satu tantangan terbesar dalam rencana ini adalah pembiayaan. Pemerintah kota memerlukan tambahan anggaran sebesar 30 juta euro (setara 33 juta dolar AS atau sekitar Rp597,5 miliar) per tahun untuk membiayai operasional kesatuan setelah adanya penambahan personel. Meskipun Gregoire belum menjelaskan secara rinci sumber dana tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mewujudkannya. "Kami akan melakukan upaya yang diperlukan dan berkomitmen untuk mewujudkannya. Ini merupakan prioritas, sama seperti kebersihan, pemeliharaan ruang publik, dan layanan sosial," ujar Gregoire.
Implikasi Kebijakan dan Prioritas Publik
Keputusan ini menempatkan keamanan publik sejajar dengan layanan dasar lainnya seperti kebersihan dan pemeliharaan ruang publik, menunjukkan pergeseran paradigma dalam pengelolaan kota yang lebih menekankan pada kehadiran negara di ruang publik. Dengan penambahan 1.000 petugas, diharapkan tekanan terhadap aparat keamanan nasional dapat berkurang, sementara respons terhadap gangguan ketertiban umum di tingkat lokal menjadi lebih cepat dan efektif.
Proposal pemungutan suara untuk penambahan posisi ini menandai langkah penting dalam otonomi keamanan lokal di Paris. Jika disetujui, inisiatif ini tidak hanya akan mengubah lanskap keamanan ibu kota Prancis, tetapi juga menjadi preseden bagi alokasi anggaran publik untuk layanan preventif. Keberhasilan rencana ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah kota dalam mengidentifikasi sumber pendanaan yang berkelanjutan tanpa membebani anggaran sektor vital lainnya.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Presiden Prabowo Sampaikan Duka Mendalam untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur Saat Misi Karhutla di Kalteng

Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang Percepat Penanganan Karhutla di Kalteng

Satgas PKH Bongkar Tambang Emas Ilegal di TNKS, 119 Hektare Hutan Jambi Teridentifikasi Terdamak
