Presiden Prabowo Sampaikan Duka Mendalam untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur Saat Misi Karhutla di Kalteng
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat dalam insiden jatuhnya helikopter Mi-17V5 di perairan Kalimantan Tengah.
- Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi personel TNI dalam upaya pemulihan lingkungan di wilayah rawan bencana ekologis.
- Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni , mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo telah menerima laporan perkembangan insiden tersebut melalui sambungan telepon.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat dalam insiden jatuhnya helikopter Mi-17V5 di perairan Kalimantan Tengah. Ketiga pahlawan negara tersebut, yaitu Letkol CPN (anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (anumerta) Heri Prasetyo, dinyatakan gugur saat melaksanakan tugas mulia memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi personel TNI dalam upaya pemulihan lingkungan di wilayah rawan bencana ekologis.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo telah menerima laporan perkembangan insiden tersebut melalui sambungan telepon. "Saya pribadi via telepon sudah mengupdate kepada Presiden, dan Bapak Presiden Prabowo juga menyampaikan bela sungkawa, duka yang mendalam," ujar Raja Juli dalam keterangan tertulis pada Jumat (6/11). Pernyataan ini menegaskan perhatian langsung pimpinan tertinggi negara terhadap keselamatan dan pengorbanan personel militer di lapangan.
Kronologi Kecelakaan dan Proses Penyelidikan
Helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) dilaporkan mengalami kecelakaan pada Rabu (4/11) saat bertugas di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Menurut Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono, helikopter tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman. Kecelakaan terjadi secara spesifik saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk teknik water bombing. "Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan," tambah Donny, mengindikasikan bahwa otoritas militer tengah bekerja keras untuk mengungkap akar masalah teknis atau operasional dari insiden fatal ini.
Sementara itu, fokus penanganan beralih ke lima korban selamat yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit TNI AD Tk. III Dr. R. Soeharsono, Banjarmasin. Raja Juli Antoni turut menjenguk kelima prajurit tersebut, yang terdiri dari:
- Kapten Korps Penerbangan Febri
- Kapten Korps Penerbangan Sugand
- Letnan Dua Korps Penerbangan Fercis
- Prajurit Satu Gilang
- Sersan Kepala Kadiya
Langkah Lanjutan Perawatan dan Dampak Nasional
Untuk memastikan pemulihan optimal, kelima prajurit yang selamat direncanakan akan dipindahkan ke fasilitas medis bertaraf nasional. Raja Juli menjelaskan, "Nanti ada yang dibawa ke Jakarta dan Semarang untuk dipindahkan dan mendapatkan perawatan." Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan penanganan medis terbaik bagi personel yang terluka. Insiden ini tidak hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa tentang beratnya tugas menjaga kelestarian lingkungan, serta pentingnya peningkatan standar keselamatan dalam operasi udara militer.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

BMKG Peringatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi: Masa Pancaroba di Bali Berpotensi Berlangsung Sebulan

Lima Kru Heli TNI Selamat dari Kecelakaan di Kalteng Akan Dirujuk ke Jakarta dan Semarang

Krisis Politik Paraguay Puncak: Senat Tolak Permintaan Perpanjangan Sidang Pemakzulan Presiden
