Warga Kampung Boncos Tuntut Penanganan Permanen Pasca Penggerebekan Massal

- Langkah strategis ini bukan sekadar operasi penangkapan, melainkan mencakup pemetaan kebutuhan riil masyarakat melalui metode door to door yang melibatkan TNI dan unsur pemerintah setempat.
- Tujuannya adalah memastikan pemberantasan narkotika berdampak permanen dan tidak hanya bersifat temporer.
- Kawasan tersebut telah lama dikenal sebagai jalur peredaran barang haram, menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi para penghuninya.
Irjen Pol Adex Yudiswan, Wakapolda Metro Jaya, memimpin upaya penataan kawasan Kampung Boncos, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, setelah melakukan penggerebekan masif peredaran narkoba pada Rabu, 4 November 2025. Langkah strategis ini bukan sekadar operasi penangkapan, melainkan mencakup pemetaan kebutuhan riil masyarakat melalui metode door to door yang melibatkan TNI dan unsur pemerintah setempat. Tujuannya adalah memastikan pemberantasan narkotika berdampak permanen dan tidak hanya bersifat temporer.
Kawasan tersebut telah lama dikenal sebagai jalur peredaran barang haram, menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi para penghuninya. Ketakutan akan penularan penyalahgunaan narkoba ke generasi muda menjadi fokus utama keresahan warga yang menetap puluhan tahun di area tersebut.
Kekhawatiran Generasi dan Dampak Sosial
Laila, warga berusia 55 tahun yang telah tinggal di Kampung Boncos selama 25 tahun, mengungkapkan kesulitan dalam mengawasi pergaulan anaknya di lingkungan yang rawan. "Resah takut entar anak cucu kena juga... Susah juga mengawasi anak, namanya juga pergaulan," ujar Laila, menggambarkan tekanan psikologis yang dirasakan keluarga di kawasan tersebut. Kekhawatiran serupa disampaikan Ratmi (65), yang tinggal bersama dua cucunya. Ia berharap tindakan kepolisian tidak hanya membuat pelaku bersembunyi sementara, lalu kembali berkeliaran saat pengawasan melonggar, melainkan berfokus pada eradikasi total.
Pendekatan Solusi dan Penguatan Kapasitas
Berdasarkan hasil identifikasi, Polda Metro Jaya memutuskan langkah konkret untuk memotong mata rantai masalah sosial-ekonomi yang melatarbelakangi peredaran gelap. Langkah-langkah strategis yang direncanakan antara lain:
- Penggunaan metode door to door untuk mengidentifikasi kebutuhan riil dan kompetensi warga.
- Pelatihan bagi ibu rumah tangga melalui Kerja Sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), dengan fokus pada keterampilan seperti memasak dan menjahit.
- Pemetaan lapangan kerja untuk mengidentifikasi anggota keluarga yang belum memiliki pekerjaan serta upaya fasilitasi penjualan produk hasil pelatihan bersama pemerintah daerah.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

BI: Retensi DHE SDA Berpotensi Dongkrak Cadangan Devisa, Relaksasi Baru Ditunggu

Kejagung Sita Rp11,2 Miliar dari Enam Lokasi dalam Kasus Korupsi Nikel Sultra

DPR Desak Pemetaan Minat Siswa: Penjurusan SMA Baru Diberlakukan Mulai 2027/2028
