Taman Bendera Pusaka Raih Penghargaan Seoul Design Award, Pramono Anung Akui Pengakuan Dunia atas Revitalisasi Ruang Hijau

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan rasa bangga setelah Taman Bendera Pusaka meraih penghargaan bergengsi dari ajang "Seoul Design Award 2026".
- Prestasi ini tidak hanya menjadi kemenangan estetika, tetapi juga validasi internasional atas keberhasilan revitalisasi ruang terbuka hijau di ibu kota.
- Hal tersebut disampaikan Pramono di kawasan Jakarta Utara, Jumat, sekaligus menepis keraguan sebagian pihak yang sebelumnya menentang pembangunan taman tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan rasa bangga setelah Taman Bendera Pusaka meraih penghargaan bergengsi dari ajang "Seoul Design Award 2026". Prestasi ini tidak hanya menjadi kemenangan estetika, tetapi juga validasi internasional atas keberhasilan revitalisasi ruang terbuka hijau di ibu kota. Hal tersebut disampaikan Pramono di kawasan Jakarta Utara, Jumat, sekaligus menepis keraguan sebagian pihak yang sebelumnya menentang pembangunan taman tersebut.
Penghargaan ini menandai pergeseran paradigma pengelolaan taman di Jakarta dari sekadar area rekreasi menjadi ekosistem yang tangguh. Pramono menegaskan bahwa pengakuan dari kancah global ini merupakan kabar baik yang membuktikan bahwa investasi pada kualitas ruang publik memiliki dampak nyata yang diakui dunia. "Jadi, kalau dulu ada yang tidak setuju dengan Taman Bendera Pusaka, alhamdulillah sekarang diakui oleh internasional," ujar Pramono, menggambarkan momen ini sebagai pembuktian akhir bagi para skeptik.
Konsep Ekologis yang Jadi Pembeda di Ajang Internasional
Berdasarkan data resmi dari penyelenggara, Taman Bendera Pusaka terpilih sebagai salah satu dari 40 Finalis Utama (Top 40 Finalists) dari 1.204 proyek yang masuk dari 91 negara. Keunikan taman ini terletak pada konseptualisasi pemulihan fungsi ekologis yang intensif. Proyek ini tidak hanya berfokus pada keindahan visual, tetapi juga mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan secara holistik. Pendekatan ini dinilai sukses mengembalikan fungsi ekologis taman yang sebelumnya mengalami degradasi kualitas menjadi ruang yang ramah lingkungan.
Secara teknis, keberhasilan revitalisasi ini ditopang oleh tiga pilar utama inovasi yang diterapkan di taman tersebut:
- Penerapan sistem pengelolaan air yang terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi dan konservasi sumber daya.
- Proses pemulihan ekologi aktif yang bertujuan meregenerasi keanekaragaman hayati lokal.
- Pengembangan ruang publik yang tangguh, dirancang secara spesifik untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Aplikasi Ruang Interaksi dan Implikasi bagi Publik
Desain yang mendapat apresiasi tinggi ini juga berorientasi pada kebutuhan manusia. Taman Bendera Pusaka dirancang untuk menciptakan ruang tempat masyarakat dapat beraktivitas, berinteraksi sosial, serta membangun kembali koneksi emosional dengan alam. Hal ini sejalan dengan tujuan besar Seoul Design Award, yaitu mengapresiasi inisiatif desain yang mendukung kehidupan sehari-hari yang lebih berkelanjutan.
Bagi warga Jakarta, pencapaian ini membawa dua implikasi signifikan. Pertama, adanya kebanggaan kolektif karena ruang hijau ibu kota kini menjadi referenstandar global. Kedua, ini menjadi jaminan komitmen pemerintah daerah dalam merawat dan mengembangkan infrastruktur kota yang berketahanan iklim. Dengan status internasional tersebut, Taman Bendera Pusaka kini tidak hanya milik Jakarta, tetapi juga menjadi aset desain urban yang membanggakan Indonesia di mata dunia.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

BRIN dan BRIDA Buleleng Jajaki Genteng Biomassa untuk Kurangi Limbah dan Beban Struktur Bangunan

Sudin Tamhut Jakarta Selatan Tanam Lima Pohon Tabebuya Pink untuk Percantik TPU Pasar Minggu

Alih Fungsi Aset Eks Tambang: ESDM Serahkan Lahan 137 Hektare di Kukar ke Kopassus untuk Pertahanan Negara
