BRIN dan BRIDA Buleleng Jajaki Genteng Biomassa untuk Kurangi Limbah dan Beban Struktur Bangunan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng resmi menjajaki pengembangan genteng biomassa ramah lingkungan.
- Inisiatif ini bertujuan memanfaatkan serat alam dan limbah pertanian lokal untuk menciptakan material atap yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung pengurangan limbah di Bali.
- Kepala BRIDA Buleleng, Ketut Suwarmawan , menegaskan bahwa pemanfaatan hasil riset harus diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng resmi menjajaki pengembangan genteng biomassa ramah lingkungan. Inisiatif ini bertujuan memanfaatkan serat alam dan limbah pertanian lokal untuk menciptakan material atap yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung pengurangan limbah di Bali.
Kepala BRIDA Buleleng, Ketut Suwarmawan, menegaskan bahwa pemanfaatan hasil riset harus diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah. "Pemanfaatan hasil riset perlu diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah, termasuk sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan," ujar Suwarmawan pada Jumat. Ia mendorong kolaborasi erat antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha agar bahan lokal dapat bertransformasi menjadi produk komersial yang berkelanjutan.
Kolaborasi Riset dan Kunjungan Lapangan ke Mitra Industri
Sebagai bagian dari proses penjajakan, rombongan melakukan kunjungan lapangan ke dua lokasi strategis. Pertama, mereka mengunjungi Rumah Plastik Mandiri yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan untuk melihat praktik pengelolaan sampah, edukasi daur ulang, dan teknologi pengolahan limbah plastik. Kedua, rombongan mengunjungi PT Balisynwood yang mengembangkan kayu sintetik dari limbah pertanian seperti jerami dan sekam padi. Di sana, tim berdiskusi dengan Direktur Operasional, Gede Wikrama Putra Setya Adiyana, mengenai pengembangan material alternatif.
"Pertemuan dan kunjungan lapangan tersebut membuka komunikasi awal mengenai peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, serta hilirisasi bersama calon mitra usaha," tambah Suwarmawan. Langkah ini diharapkan ditindaklanjuti dengan identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi, dan pengujian kelayakan produk secara menyeluruh.
Teknologi HERBAL-ROOF Siap Masuk Tahap Produksi Percontohan
Tim BRIN yang terdiri atas Jajang Sutiawan, Yeyen Nurhamiyah, dan Mulya Supianto memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF atau Genteng Biomassa Indonesia. Teknologi ini memanfaatkan serat alam sebagai bahan komposit atap dan telah mencapai tahap prototipe skala penuh yang memenuhi standar SNI. Bahan bakunya bersumber dari sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, serta biomassa lainnya.
Keunggulan utama genteng ini meliputi bobot yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, dan efisiensi material. Bobot ringan ini berpotensi mengurangi beban struktur atap, sehingga mendukung keselamatan bangunan di wilayah rawan gempa seperti Bali. Diskusi teknis juga mencakup ketersediaan sabut kelapa di Buleleng serta kebutuhan pengujian kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan cuaca dan api, stabilitas dimensi, kelayakan ekonomi, dan dampak lingkungan untuk memastikan produk siap dipasarkan secara luas.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Dorong Wajar 13 Tahun, Kemendikdasmen Targetkan 14 Ribu Desa Miliki TK dan Gelontorkan Rp10,9 Triliun

Ribka Haluk Dorong Sinergi DPD-Pemerintah untuk Percepat Pemerataan Fiskal Menuju Indonesia Emas

Shin Tae-yong Tegas Minta Suporter Persija dan Persebaya Jauhi Kekerasan di JIS
