Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Pertamina Dorong Delapan UMKM Binaan Tembus Pasar Global di SIAL 2026

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Pertamina Dorong Delapan UMKM Binaan Tembus Pasar Global di SIAL 2026
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kurasi Ketat dan Penguatan Kapasitas Bisnis Manager SMEPP PT Pertamina, Fety , menjelaskan bahwa seleksi dilakukan berdasarkan potensi usaha masing-masing peserta.
  • Untuk memastikan kesiapan para pelaku usaha, Pertamina membekali peserta dengan pelatihan komunikasi bisnis, teknik presentasi produk, dan negosiasi.
  • "Kami ingin mempertemukan UMKM binaan dengan calon pembeli yang sesuai dengan produk dan kapasitas mereka.

PT Pertamina (Persero) mencatat sejarah baru dengan mengikutsertakan delapan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dalam pameran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 yang berlangsung pada 4-6 November di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Langkah strategis ini merupakan bagian dari program SMEPP (Small Medium Enterprise Partnership Program), yang bertujuan mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman domestik dengan calon pembeli, pemasok, serta distributor dari dalam dan luar negeri. Melalui kurasi ketat dari ribuan mitra binaan di berbagai daerah, Pertamina memilih delapan UMKM yang dinilai memiliki kapasitas produksi dan keunggulan produk yang siap bersaing dalam skema kerja sama bisnis ke bisnis (B2B).

Kurasi Ketat dan Penguatan Kapasitas Bisnis

Manager SMEPP PT Pertamina, Fety, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan berdasarkan potensi usaha masing-masing peserta. "Kami membawa 8 UMKM pilihan yang kami kurasi dari ribuan UMKM binaan kami, karena kami melihat mereka memiliki potensi kuat, baik dari sisi kapasitas produksi maupun keunggulan produknya, sehingga siap menjalin kerja sama bisnis ke bisnis (B2B)," ujar Fety dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11). Untuk memastikan kesiapan para pelaku usaha, Pertamina membekali peserta dengan pelatihan komunikasi bisnis, teknik presentasi produk, dan negosiasi. Menurut Fety, sertifikasi dan kelengkapan legalitas produk menjadi fondasi kepercayaan calon pembeli, sementara konsistensi mutu dan ketepatan waktu pemenuhan pesanan menjadi kunci menjaga hubungan bisnis jangka panjang.

Delapan UMKM yang berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini meliputi:

  • Naza De Coco
  • Roemah Rempah
  • Dapur Sehati
  • Natural Bali Kulkul
  • Dede Satoe
  • Alzavera
  • Bali Taru Rahayu
  • Legend Tren

Dampak Ekonomi dan Dukungan terhadap Asta Cita

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa partisipasi ini membuka kesempatan emas bagi UMKM untuk bertemu langsung dengan mitra bisnis yang relevan. "Kami ingin mempertemukan UMKM binaan dengan calon pembeli yang sesuai dengan produk dan kapasitas mereka. Harapannya, pertemuan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama dan pesanan berulang. Ketika pasar UMKM tumbuh, manfaatnya juga bisa dirasakan oleh masyarakat yang terlibat dalam proses produksi di daerah," tutur Baron. Salah satu peserta, Bali Taru Rahayu asal Denpasar, yang telah menjadi mitra sejak 2020, mengolah buah tropis menjadi selai dengan kandungan buah lebih dari 65 persen. Produk selai mangga, serai, dan jahe dari usaha milik Ni Wayan Sudanti ini telah digunakan oleh hotel bintang lima di Bali, dan kini diharapkan dapat menjangkau chef serta penyedia katering maskapai. Sementara itu, Naza De Coco dari Ciamis, Jawa Barat, yang dirintis Enok Sri Kurniasih, memproduksi nata de coco dengan kapasitas 20 ton per minggu dan menyerap tenaga kerja hampir 50 perempuan di perdesaan. Upaya Pertamina ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8 serta Asta Cita ke-3 dan ke-6 dalam mendorong kewirausahaan dan pemerataan ekonomi dari desa.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ