Kendaraan Listrik Dorong Sektor Perdagangan Tumbuh 7,14%, BPS Catat Ekonomi Q3-2026 Tembus 5,47%

- Dalam keterangan resminya pada Kamis (5/11), Moh.
- Akselerasi Perdagangan Otomotif dan Kinerja Subsektor Industri Secara rinci, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga 7,14 persen .
- Angka ini melampaui capaian periode yang sama pada triwulan III-2025 sebesar 5,46 persen dan triwulan III-2024 sebesar 4,85 persen.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 menunjukkan kinerja solid dengan kenaikan 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), di mana salah satu pendorong utamanya adalah tingginya volume penjualan kendaraan listrik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa akselerasi ini tidak terlepas dari peran strategis sektor perdagangan otomotif dalam menopang konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian nasional.
Dalam keterangan resminya pada Kamis (5/11), Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, yang kemudian diikuti oleh percepatan kinerja di berbagai sektor produksi lainnya.
Akselerasi Perdagangan Otomotif dan Kinerja Subsektor Industri
Secara rinci, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga 7,14 persen. Angka ini melampaui capaian periode yang sama pada triwulan III-2025 sebesar 5,46 persen dan triwulan III-2024 sebesar 4,85 persen. Kenakatan tersebut didorong oleh tren adopsi kendaraan listrik dan segmen kendaraan niaga yang terus berkembang di dalam negeri. Selain itu, penguatan ekonomi juga didukung oleh industri pengolahan yang tumbuh 5,87 persen dengan kontribusi pertumbuhan sebesar 1,20 persen.
Rincian kinerja positif pada subsektor industri pengolahan menunjukkan pola pertumbuhan yang merata di berbagai bidang manufaktur kunci, di antaranya:
- Industri makanan dan minuman yang tumbuh hingga 7,09 persen;
- Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional yang tumbuh 8,10 persen;
- Industri logam dasar yang tumbuh mencapai 9,94 persen.
Investasi dan Pasokan Komponen Dukung Gelombang Kendaraan Listrik
Gelombang positif di sektor otomotif ini berbanding lurus dengan kelancaran pasokan barang dari manufaktur dalam negeri serta impor produk otomotif dan komponen pendukungnya yang semakin menggiatkan aktivitas pasar. BPS menilai bahwa tren penjualan kendaraan berenergi baru ini memiliki kaitan erat dengan meningkatnya pembentukan modal dan investasi, baik dari sektor swasta maupun pemerintah.
Momentum investasi di sektor otomotif nasional ini diprediksi akan terus berpelukan erat dengan ekspansi infrastruktur energi dan regulasi yang mendukung transisi kendaraan listrik, menjadikan otomotif sebagai salah satu lokomotif baru dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Kebijakan dan insentif yang tepat sasaran akan menjadi kunci dalam mempertahankan momentum pertumbuhan multi-sektor ini agar tetap berkelanjutan di kuartal-kuartal berikutnya.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Pemprov Maluku hingga DKI Jakarta Perpanjang Gelombang Pemutihan Denda Pajak Kendaraan

Dongfeng Incar Hak Debut Baterai CATL Shenxing Gen 3: Isi Penuh Hanya 6 Menit

Kampanye Servis Fuso Canter Tembus 4.000 Unit, Aji Jaya: Proses Bertahap Demi Jaga Operasional 24 Jam
