Jelang Musim Hujan, Jakpus Percepat Normalisasi 2.675 Meter Saluran Drainase di Cempaka Baru
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat mengakselerasi normalisasi lima saluran drainase di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, dengan total panjang 2.675 meter.
- Langkah strategis ini diambil untuk menekan risiko genangan seiring meningkatnya curah hujan, merespons fenomena banjir yang melanda wilayah tersebut pada awal Januari 2026 .
- Proyek perbaikan ini merupakan tindak langsung dari usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat mengakselerasi normalisasi lima saluran drainase di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, dengan total panjang 2.675 meter. Langkah strategis ini diambil untuk menekan risiko genangan seiring meningkatnya curah hujan, merespons fenomena banjir yang melanda wilayah tersebut pada awal Januari 2026. Wintha Frilliana, Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Cempaka Baru, menegaskan bahwa percepatan penanganan infrastruktur ini krusial agar aktivitas masyarakat tidak terganggu di musim penghujan.
Proyek perbaikan ini merupakan tindak langsung dari usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Fokus utama penanganannya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas saluran yang sebelumnya dikategorikan sempit dan dangkal, sehingga rentan terhadap limpasan air hujan.
Rincian Teknis dan Peningkatan Kapasitas Saluran
Wintha merinci bahwa normalisasi ini mencakup lima titik strategis di wilayah Cempaka Baru. Data teknis perbaikan tersebut meliputi:
- Jalan Remaja 2: Pengerjaan sepanjang 278 meter di RT 3, 4, dan 5 RW 8.
- Jalan Cempaka Sari 1: Pengerjaan sepanjang 426 meter di RT 7 dan RT 9 RW 1.
- Jalan Cempaka Baru Barat 3: Penanganan sepanjang 562 meter.
- Jalan Cempaka Baru 3: Perbaikan sepanjang 652 meter.
- Jalan Cempaka Baru 7: Pengerjaan terpanjang, yaitu 757 meter di wilayah RW 6 dan RW 7.
"Kondisi eksisting saluran sebelum dinormalisasi memiliki dimensi kecil dan sistem terbuka, sehingga rentan tersumbat," ujar Wintha menjelaskan alasan mengapa intervensi fisik terhadap jaringan air ini menjadi prioritas utama.
Imbauan Pemilahan Sampah dan Respons Positif Warga
Melihat potensi penyumbatan akibat limbah domestik, Wintha mengingatkan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah dari Sumber. Upaya kolektif ini diperlukan agar saluran yang telah dinormalisasi dapat berfungsi optimal dan tidak kembali tersumbat dalam waktu singkat.
Dia mengimbau masyarakat ikut menjaga keberlanjutan fungsi saluran melalui disiplin membuang sampah pada tempatnya. Wintha mencatat respons positif dari warga terhadap program normalisasi ini sebagai indikator kesadaran kolektif akan pentingnya sanitasi lingkungan yang layak di tingkat RT dan RW.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Taman Bendera Pusaka Raih Penghargaan Seoul Design Award, Pramono Anung Akui Pengakuan Dunia atas Revitalisasi Ruang Hijau

Sudin Tamhut Jakarta Selatan Tanam Lima Pohon Tabebuya Pink untuk Percantik TPU Pasar Minggu

Alih Fungsi Aset Eks Tambang: ESDM Serahkan Lahan 137 Hektare di Kukar ke Kopassus untuk Pertahanan Negara
