Inovasi 'Kentongan Keliling' Jakbar Jadi Kode Moral Lawan Narkoba di Kampung Boncos
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Langkah ini tidak sekadar menjadi alat pengingat, melainkan simbol kehadiran negara yang bertujuan membangkitkan keberanian warga untuk melawan ancaman barang haram tersebut.
- Lurah Kota Bambu Selatan, Fatihien Tajul Anwar , menjelaskan bahwa kentongan tersebut berfungsi sebagai instrumen simbolik.
- "Kentongan ini hanya instrumen saja sebagai simbol kehadiran kami.
Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) melalui Kelurahan Kota Bambu Selatan meluncurkan inovasi unik berupa kentongan keliling untuk mencegah peredaran gelap narkoba di kawasan rawan Kampung Boncos, Palmerah. Langkah ini tidak sekadar menjadi alat pengingat, melainkan simbol kehadiran negara yang bertujuan membangkitkan keberanian warga untuk melawan ancaman barang haram tersebut.
Lurah Kota Bambu Selatan, Fatihien Tajul Anwar, menjelaskan bahwa kentongan tersebut berfungsi sebagai instrumen simbolik. "Kentongan ini hanya instrumen saja sebagai simbol kehadiran kami. Pesannya satu: masyarakat jangan takut," ujar Fatihien kepada ANTARA di Jakarta, Jumat. Ia menekankan bahwa bunyi kentongan adalah bentuk kode moral bagi masyarakat agar merasa terlindungi dan tidak lagi menjadi korban atau takut melapor.
Mekanisme 'Jumat Keliling' dan Kode Morse Sosial
Program ini diintegrasikan ke dalam kegiatan Jumat Bersih dan Jumat Keliling (Jumling) yang berlangsung pada pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Fatihien mengibaratkan bunyi kentongan tersebut sebagai "kode morse" yang menyiratkan pesan kuat: pemerintah hadir bersama jajaran RT, RW, dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) di tengah-tengah warga. Inisiasi penanganan di Kampung Boncos sendiri sebenarnya telah digalakkan sejak September lalu, bahkan sebelum operasi pembersihan besar-besaran dilakukan oleh aparat keamanan.
Untuk memastikan efektivitas pencegahan, pihak kelurahan menerapkan strategi intensif dengan jadwal bergantian dua kali dalam sepekan, meliputi:
- Kampanye dan orasi anti-narkoba secara rutin;
- Kegiatan penghalauan terhadap potensi pengedar;
- Monitoring ketat yang dilaksanakan bergantian pada rentang waktu Senin-Rabu, Selasa-Kamis, hingga Rabu-Jumat.
Sinergi Aparat dan Komitmen Gubernur DKI Jakarta
Fatihien menyambut baik langkah tegas kepolisian yang baru saja gencar melakukan pembersihan di Kampung Boncos. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari serangkaian kegiatan ini adalah melakukan penghalauan terhadap para pengedar agar generasi muda tidak terpapar oleh narkoba. "Jadi, sifatnya kami melakukan penghalauan terhadap pengedar, agar generasi kita tidak terpapar oleh barang haram tersebut," kata dia. Harapan besarnya adalah terciptanya wilayah Kota Bambu Selatan yang bersih dari narkoba dan para pelakunya, yang sejalan dengan komitmen Gubernur DKI Jakarta terkait gerakan 'Jaga Jakarta, Jaga Wilayah, dan Jaga Kesehatan'.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Taman Bendera Pusaka Raih Penghargaan Seoul Design Award, Pramono Anung Akui Pengakuan Dunia atas Revitalisasi Ruang Hijau

Sudin Tamhut Jakarta Selatan Tanam Lima Pohon Tabebuya Pink untuk Percantik TPU Pasar Minggu

Alih Fungsi Aset Eks Tambang: ESDM Serahkan Lahan 137 Hektare di Kukar ke Kopassus untuk Pertahanan Negara
