Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Hyundai Neira Resmi Diklaim Miliki TKDN 60 Persen, Siap Meluncur di GAW 2026

OtomotifRaka MahendraRaka MahendraSumber: CNN Otomotif
Raka Mahendra
Raka Mahendra
Jurnalis Otomotif

Pakar modifikasi kendaraan dan tren pasar motor di Asia Tenggara.

Hyundai Neira Resmi Diklaim Miliki TKDN 60 Persen, Siap Meluncur di GAW 2026
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengunci komitmennya untuk meluncurkan mobil listrik berbasis tiga baris, Hyundai Neira , dalam ajang Gaikido Auto Week (GAW) 2026.
  • Kedua sentra industri tersebut menjadi tulang punggung pemenuhan standar TKDN yang dipersyaratkan untuk model Hyundai Neira ini.
  • "Hyundai Neira, itu sudah pasti di atas 60 persen.

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengunci komitmennya untuk meluncurkan mobil listrik berbasis tiga baris, Hyundai Neira, dalam ajang Gaikido Auto Week (GAW) 2026. Kendaraan ini dipastikan telah memenuhi ambang batasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 60 persen, sebuah pencapaian strategis yang menegaskan kontribusi signifikan manufaktur lokal dalam ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Confidence tinggi akan kadar kandungan lokal ini didukung secara langsung oleh operasional fasilitas manufaktur sel baterai Hyundai yang telah berdiri di Karawang, serta lini perakitan akhir yang berlokasi di Cikarang. Kedua sentra industri tersebut menjadi tulang punggung pemenuhan standar TKDN yang dipersyaratkan untuk model Hyundai Neira ini.

Dukungan Industri Lokal dan Filosofi Penamaan

Chief Operating Officer PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa keberadaan pabrik baterai di Karawang membuat utilisasi komponen menjadi sangat tinggi, sementara proses rakit (assembly) terpusat di Cikarang. "Hyundai Neira, itu sudah pasti di atas 60 persen. Kenapa 60 persennya? Karena pabrik baterainya sendiri kan seperti Teman-teman tahu kan sudah ada di Karawang. Jadi tinggal utilisasinya saja. Terus kemudian nanti dari pabrik baterai tersebut pasti kan assembly-nya juga ada di Cikarang," ujar Fransiscus di Jakarta, Kamis (5/11).

Pemilihan nama 'Banda Neira' tidak dilakukan secara sembarangan. Fransiscus menyebut nama tersebut disematkan sebagai simbol kebanggaan nasional sekaligus merepresentasikan wilayah timur Indonesia yang kaya akan nikel, bahan baku utama baterai kendaraan listrik. "Indonesia itu adalah nomor satu untuk source-nya nikel. Kita lihat nilai historikalnya sama tadi, adalah Indonesia bagian timur itu adalah nikel dan Banda Neira punya nilai historikal yang bisa kita bawa. Dan kalau itu menjadi nama yang bisa mengglobal atau mendunia, dan itu akan menjadi kebanggaan buat Indonesia. Jadi produk dari Indonesia, terus kemudian dibuat untuk Indonesia, produksinya juga di Indonesia," tambahnya.

Spesifikasi Teknis dan Strategi Pasar Domestik

Hyundai Neira dirancang spesifik untuk menjawab karakteristik pasar otomotif Indonesia dengan konfigurasi 7-seater bertenaga listrik. Untuk memberikan nilai tambah, kendaraan ini dibekali fitur-fitur berikut:

  • Ground clearance setinggi 200 mm untuk adaptasi medan tanah air;
  • Konektivitas Bluelink untuk integrasi ekosistem digital;
  • Fitur keselamatan Blind-spot View Monitor; dan
  • Akses kabin yang dirancang lapang untuk kenyamanan penumpang tiga baris.

Dalam hal distribusi, HMID memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasar domestik terlebih dahulu melalui pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) Cikarang sebelum membuka opsi ekspor. "Ada untuk ekspor juga, tapi yang pasti yang paling utama itu bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dulu baru nanti kita berpikir untuk ekspor," tutur Fransiscus. Seluruh detail komersial termasuk skema pemesanan, harga resmi, dan spesifikasi teknis lengkap akan diumumkan secara terbuka saat peluncuran di pameran GAW 2026.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ