Dewan Energi Nasional Proyeksikan Lonjakan Pasokan Energi Primer Jadi 775 Juta TOE pada 2060
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan bahwa pasokan energi primer di Indonesia diproyeksikan akan terus meningkat dari tahun ke tahun untuk menjaga ketahanan energi nasional.
- Surono , Anggota DEN, menyampaikan bahwa realisasi pasokan sebesar 288 juta ton oil equivalent (TOE) pada 2025 ditargetkan melonjak menjadi 454 juta TOE pada 2030.
- Proyeksi ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam memantapkan sistem pertahanan keamanan negara serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi.
Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan bahwa pasokan energi primer di Indonesia diproyeksikan akan terus meningkat dari tahun ke tahun untuk menjaga ketahanan energi nasional. Surono, Anggota DEN, menyampaikan bahwa realisasi pasokan sebesar 288 juta ton oil equivalent (TOE) pada 2025 ditargetkan melonjak menjadi 454 juta TOE pada 2030. Proyeksi ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam memantapkan sistem pertahanan keamanan negara serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi.
Namun, peningkatan volume pasokan ini berjalan beriringan dengan transformasi komposisi energi yang signifikan. Porsi energi baru dan terbarukan (EBT) direncanakan naik bertahap untuk mendominasi bauran energi nasional di masa depan. Target ambisius ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya poin kedua tentang kemandirian swasembada dan poin kelima yang menekankan keberlanjutan serta industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Proyeksi Lonjakan Pasokan dan Porsi Energi Baru
Strategi DEN memetakan kenaikan kebutuhan energi primer yang konsisten hingga 2060. Detail proyeksi lonjakan volume dan komposisi bauran energi tersebut adalah sebagai berikut:
- 2030: Total pasokan naik menjadi 454 juta TOE dengan porsi EBT 23 persen.
- 2040: Total pasokan mencapai 596 juta TOE dan porsi EBT naik menjadi 40 persen.
- 2050: Total pasokan melonjak ke 712 juta TOE dengan dominasi EBT 55 persen.
- 2060: Puncak proyeksi pasokan di 775 juta TOE dengan porsi EBT mencapai 72 persen.
Surono menjelaskan bahwa target puncak emisi pada 2035 dan net zero emission di akhir abad ini menjadi tolok ukur kebijakan transisi energi tersebut. Dengan memastikan ketersediaan energi yang rasional, Indonesia diharapkan mampu mencapai target indeks pembangunan manusia sekaligus mengakselerasi ekonomi hijau. Stabilitas harga dan keamanan pasokan menjadi prasyarat mutlak agar lompatan digitalisasi dan industrialisasi dapat berlangsung tanpa hambatan struktural.
Kebijakan Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Kebijakan Energi Nasional (KEN) menetapkan tiga sasaran strategis utama untuk mewujudkan ketahanan energi yang tangguh. Sasaran tersebut mencakup keamanan pasokan, keterjangkauan harga energi, serta terpenuhinya kebutuhan energi yang rasional. Langkah ini krusial untuk menjamin keberlanjutan pembangunan dan mendukung target dekarbonisasi secara menyeluruh.
Menutup paparannya, Surono menekankan bahwa transisi ini bukan sekadar soal volume, melainkan lompatan paradigma menuju energi yang bersih dan efisien. Dengan dukungan tata kelola yang baik serta akselerasi pemanfaatan energi baru, Indonesia berpeluang besar menjadikan sektor energi sebagai mesin penggerak utama ekonomi biru dan hijau di dekade mendatang.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Asmawiyah dan Bank Sampah Kresek Indah: Menuntaskan Masalah Limbah di Pulau Kelapa Tanpa Kirim ke Daratan

BEI: Perdagangan Karbon Jadi Magnet Investasi Hijau di NTB

Giatkan Patroli SPBU, Polres Pamekasan Tegaskan Penindakan Penyimpangan BBM Bersubsidi
