Giatkan Patroli SPBU, Polres Pamekasan Tegaskan Penindakan Penyimpangan BBM Bersubsidi
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Polres Pamekasan di Jawa Timur meningkatkan intensitas patroli rutin ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya guna mencegah penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
- Langkah ini ditempuh untuk mengatasi dua masalah utama, yakni potensi penyimpangan oleh oknum warga dan kendala antrean kendaraan yang kerap memicu kemacetan.
- Kompol Hendry Soelistiawan , Wakapolres Pamekasan, menyatakan bahwa peningkatan pengawasan ini merupakan instruksi langsung untuk menjaga ketertiban distribusi energi di tingkat akar rumput.
Polres Pamekasan di Jawa Timur meningkatkan intensitas patroli rutin ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya guna mencegah penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah ini ditempuh untuk mengatasi dua masalah utama, yakni potensi penyimpangan oleh oknum warga dan kendala antrean kendaraan yang kerap memicu kemacetan. Kompol Hendry Soelistiawan, Wakapolres Pamekasan, menyatakan bahwa peningkatan pengawasan ini merupakan instruksi langsung untuk menjaga ketertiban distribusi energi di tingkat akar rumput.
Strategi ini melibatkan pembagian tugas yang spesifik antara dua satuan kerja utama. Satuan Samapta ditugaskan untuk memantau situasi dan kondisi di lapangan guna mendeteksi potensi pelanggaran, sementara Satuan Lalu Lintas fokus pada pengaturan arus kendaraan jika terjadi antrean. Pendekatan proaktif ini bertujuan untuk mengurai kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, di mana antrean kendaraan di beberapa titik SPBU tercatat mencapai lebih dari satu kilometer.
Identifikasi Akar Masalah dan Solusi Kolaboratif
Untuk mencari solusi komprehensif, Polres Pamekasan telah menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama para pengawas SPBU se-kabupaten. Dalam forum tersebut, terungkap bahwa lonjakan antrean didorong oleh keterlambatan jadwal pengiriman dari PT Pertamina serta peningkatan jumlah konsumen yang signifikan. Sebagai respons, kepolisian meminta agar petugas SPBU melakukan komunikasi aktif dengan Satlantas untuk menginformasikan jadwal kedatangan armada pengiriman BBM. Informasi ini krusial agar aparat dapat segera melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas preventif sebelum kemacetan terjadi.
Dalam Rapat Koordinasi tersebut, teridentifikasi juga modus operandi baru yang meresahkan, yaitu praktik pengisian BBM subsidi ke dalam jeriken dengan menumpang barcode kendaraan roda empat. Kompol Hendry menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk penyimpangan berat.
- Patroli gabungan Samapta dan Satlantas di seluruh SPBU.
- Komunikasi aktif jadwal kedatangan armada Pertamina ke SPBU.
- Laporan cepat dari petugas SPBU saat terjadi antrean.
- Penolakan layanan bagi pembeli yang menggunakan jeriken.
Komitmen Tindak Tegas Pelanggaran
Wakapolres menegaskan bahwa pendekatan yang selama ini menggunakan metode persuasif dan peringatan akan berakhir jika pelanggaran tetap terjadi. Ia menginstruksikan petugas SPBU untuk tidak lagi melayani pembelian BBM dengan jeriken. "Jika setelah hal ini masih terjadi lagi, kedua belah pihak jelas akan kami tindak, baik dari petugas SPBU maupun dari pihak pembeli," tegasnya. Polres Pamekasan meyakini bahwa sinergi antara patroli giat dan komunikasi aktif akan memutus mata rantai antrean dan penyimpangan subsidi, sehingga distribusi energi di Pamekasan dapat berjalan normal dan tepat sasaran.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Pangdam IM Janji Investigasi Tuntas Bentrok Pidie: 1 Warga Tewas, 272 Personel Dikonsolidasi

20.000 Santri Lirboyo Kediri Gelar Shalat Istisqa di Tengah Krisis Air Kemarau Berkepanjangan

Kemen UMKM Dorong Waralaba Lokal Tembus Pasar Modal demi Akselerasi Bisnis
