Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Asmawiyah dan Bank Sampah Kresek Indah: Menuntaskan Masalah Limbah di Pulau Kelapa Tanpa Kirim ke Daratan

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Asmawiyah dan Bank Sampah Kresek Indah: Menuntaskan Masalah Limbah di Pulau Kelapa Tanpa Kirim ke Daratan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Asmawiyah , peserta program Pilah Olah Sampah Heroes 2026 , berhasil menggerakkan warga RW 01 Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu , untuk memutus rantai pengiriman sampah ke daratan Jakarta.
  • Melalui operasional Bank Sampah Kresek Indah yang berdiri sejak 2020, komunitas ini kini mampu mengelola seluruh limbah lokal secara mandiri.
  • "Sampah sudah tidak ada lagi yang dibawa ke Jakarta.

Asmawiyah, peserta program Pilah Olah Sampah Heroes 2026, berhasil menggerakkan warga RW 01 Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, untuk memutus rantai pengiriman sampah ke daratan Jakarta. Melalui operasional Bank Sampah Kresek Indah yang berdiri sejak 2020, komunitas ini kini mampu mengelola seluruh limbah lokal secara mandiri. "Sampah sudah tidak ada lagi yang dibawa ke Jakarta. Jadi sampah ini harus tuntas, ya di pulau kami juga," tegas Asmawiyah pada Jumat (6/11).

Kolaborasi Warga dan Inovasi Pengolahan Limbah

Berawal dari keresahan kelompok ibu-ibu melihat praktik pembuangan sampah sembarangan ke laut, bank sampah ini berkembang pesat hingga menjangkau lebih dari 400 nasabah, mencakup 100 persen penduduk RW 01 serta sebagian warga RW lain. Dengan tim inti enam orang, aktivitas pemilahan berjalan rutin: penjemputan hasil pilahan dilakukan Senin-Jumat, sementara penyortiran akhir berlangsung akhir pekan. Volume sampah yang dikelola mencapai 1โ€“2 ton per bulan.

  • Sampah organik diolah menjadi kompos, kecuali daun yang dimanfaatkan untuk teknik ecoprint (motif alami pada kain).
  • Botol plastik dan kemasan bekas didaur ulang menjadi kerajinan tangan seperti tikar, aksesori, dan tas.
  • Sekitar 60 nasabah aktif telah mengikuti pelatihan pembuatan produk daur ulang tersebut.

Dampak Sosial-Ekonomi melalui Kelompok ASKHA

Inisiatif ini melampaui sekadar pengelolaan lingkungan dengan membentuk Kelompok ASKHA, wadah pemberdayaan bagi istri nelayan yang sebelumnya jarang tersentuh layanan kelurahan. Sekitar 25โ€“30 anggota memanfaatkan sistem simpan pinjam untuk kebutuhan sekolah anak atau modal usaha, sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan dari produksi ecoprint saat musim tangkap ikan sedang sulit. Strategi edukasi berbasis dialog langsung dan media sosial terbukti efektif meningkatkan partisipasi warga lintas generasi.

Aksi nyata Asmawiyah kini memasuki tahap final seleksi dalam program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari total 15 peserta yang lolos verifikasi lapangan, pemenang akan menerima penghargaan langsung dari Gubernur Pramono Anung pada Selasa (10/11). Bagi Asmawiyah, komitmen ini telah berubah dari tuntutan administratif menjadi tanggung jawab moral yang sulit ditinggalkan demi keberlanjutan ekosistem Pulau Kelapa.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ