Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Cadangan Devisa RI Tembus US$146,8 Miliar, BI Jaga Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Cadangan Devisa RI Tembus US$146,8 Miliar, BI Jaga Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Peningkatan ini diumumkan resmi oleh BI pada Jumat (6/11/2026) dan menjadi indikator penting ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih bergejolak.
  • Dalam keterangan resminya, BI menjelaskan bahwa perkembangan positif ini didorong oleh beberapa faktor utama, antara lain penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan dari sektor pajak dan jasa.
  • Angka ini jauh melampaui standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor, sehingga memberikan bantalan yang kuat bagi ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 mencapai US$146,8 miliar, menunjukkan kenaikan tipis sebesar US$500 juta dibandingkan posisi akhir September 2026 yang tercatat di angka US$146,3 miliar. Peningkatan ini diumumkan resmi oleh BI pada Jumat (6/11/2026) dan menjadi indikator penting ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih bergejolak.

Dalam keterangan resminya, BI menjelaskan bahwa perkembangan positif ini didorong oleh beberapa faktor utama, antara lain penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan dari sektor pajak dan jasa. Meskipun terdapat inflow dari berbagai sumber, peningkatan ini terjadi di tengah kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo serta upaya aktif Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai tukar rupiah.

Di Atas Standar Internasional dan Dampak Kebijakan Stabilisasi

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menegaskan bahwa posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh melampaui standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor, sehingga memberikan bantalan yang kuat bagi ketahanan sektor eksternal Indonesia.

BI menilai bahwa posisi cadangan devisa yang memadai ini krusial untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan secara keseluruhan. Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang diterapkan BI merupakan respons langsung terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi, memastikan bahwa tekanan eksternal tidak mengganggu fundamental ekonomi domestik.

Optimisme Aliran Modal Asing dan Sinergi Pemerintah

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia akan tetap terjaga dengan baik. Keyakinan ini didukung oleh prospek aliran masuk modal asing yang diperkirakan tetap positif, didorong oleh persepsi investor yang baik terhadap perekonomian nasional serta daya tarik imbal hasil investasi Indonesia yang masih kompetitif.

Untuk memperkuat posisi ini, Denny menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam meningkatkan sinergi dengan Pemerintah. "Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegasnya. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memastikan ketahanan ekonomi Indonesia tetap solid di tengah tantangan global.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ