Zulhas Pangkas 145 Aturan, Tiga Strategi Kunci Genjot Swasembada Pangan
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah dalam menekan ketergantungan impor pangan melalui pemangkasan birokrasi yang signifikan.
- Ketergantungan ini memicu percepatan kebijakan yang menempatkan swasembada sebagai prioritas utama demi menjaga kehormatan bangsa.
- Kolaborasi Efisiensi Regulasi dan Infrastruktur Langkah pertama yang diambil adalah penyederhanaan regulasi pupuk yang selama ini dianggap hambatan utama.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah dalam menekan ketergantungan impor pangan melalui pemangkasan birokrasi yang signifikan. Data tahun 2024 menunjukkan realitas pahit Indonesia masih mengimpor 4,5 juta ton beras, 13 juta ton gandum, 4 juta ton kedelai, dan 4 juta ton garam, serta bergantung pada Thailand dan Malaysia untuk pasokan daging dan telur.
Ketergantungan ini memicu percepatan kebijakan yang menempatkan swasembada sebagai prioritas utama demi menjaga kehormatan bangsa. Zulkifli Hasan membeberkan tiga strategi strategis yang telah diluncurkan untuk menggeser paradigma pangan nasional dari posisi defisit menuju ketahanan, sebuah langkah krusial yang diumumkan pada forum Senator Menyapa 2026 di Jakarta pada Kamis (5/11).
Kolaborasi Efisiensi Regulasi dan Infrastruktur
Langkah pertama yang diambil adalah penyederhanaan regulasi pupuk yang selama ini dianggap hambatan utama. Zulkifli Hasan memangkas 145 aturan terkait penyaluran pupuk menjadi hanya 3 aturan setelah beberapa kali rapat koordinasi. Kebijakan ini terbukti efektif meningkatkan serapan produksi pupuk dari 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton pada tahun 2025, naik dua juta dari kondisi awal. Strategi kedua berfokus pada perbaikan produktivitas sawah, di mana pemerintah tidak hanya menjaga irigasi, tetapi juga membangun akses jalan menuju irigasi yang seringkali terabaikan.
- Penyederhanaan regulasi pupuk dari 145 menjadi 3 aturan.
- Kenaikan serapan produksi pupuk sebesar 2 juta ton menjadi 9,5 juta ton pada 2025.
- Pengembangan infrastruktur akses jalan menuju irigasi.
Pendalaman Kebijakan Harga dan Dampak Jangka Panjang
Strategi ketiga adalah keberpihakan harga pangan bagi petani. Selama 30 tahun kebijakan ini dianggap belum memberikan dampak nyata, sehingga kini diperbaiki untuk memastikan petani mendapat harga yang layak. Komitmen terhadap swasembada pangan ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional dalam mengurangi defisit neraca dagang sektor agri. Melalui pendekatan regulasi, infrastruktur, dan stabilitas harga, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri. Langkah Zulkifli Hasan ini menjadi tolok ukur keberhasilan transformasi pangan Indonesia dari importir menjadi produsen mandiri.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Sindir Roy Suryo di Persidangan, Jokowi Bongkar Riwayat Wisuda UGM 1985 untuk Bantah Tuduhan Ijazah Palsu

Yorrys Raweyai: DPD RI Periode 2024-2029 Fokus Konsolidasi dan Menyapa Daerah

Momen Viral di PN Jaktim: Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Pamerkan Ijazah SD hingga S1
