BPS: Pengangguran Terbuka RI Turun Tipis ke 4,75 Persen, Perempuan Sebaliknya Naik
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Penurunan ini sejalan dengan total penganggur yang tercatat sebanyak 7,38 juta orang, menunjukkan perbaikan struktural pasar kerja meski dalam skala moderat.
- Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud , menegaskan bahwa tren ini melanjutkan konsistensi penurunan dari 4,85 persen pada Agustus 2025 dan 4,91 persen pada tahun sebelumnya.
- Secara absolut, jumlah penganggur turun sekitar 77 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional pada Agustus 2026 mengalami penurunan tipis sebesar 0,09 poin secara year-on-year, menjadikan angka tersebut sebesar 4,75 persen. Penurunan ini sejalan dengan total penganggur yang tercatat sebanyak 7,38 juta orang, menunjukkan perbaikan struktural pasar kerja meski dalam skala moderat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud, menegaskan bahwa tren ini melanjutkan konsistensi penurunan dari 4,85 persen pada Agustus 2025 dan 4,91 persen pada tahun sebelumnya.
Secara absolut, jumlah penganggur turun sekitar 77 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, terdapat disparitas signifikan berdasarkan jenis kelamin. Edy Mahmud menjelaskan bahwa penurunan TPT secara umum justru didominasi oleh sektor laki-laki, sementara tingkat pengangguran terbuka perempuan tercatat mengalami kenaikan menjadi 4,93 persen dari 4,84 persen pada Agustus 2025. Sebaliknya, TPT laki-laki terkoreksi turun dari 4,85 persen menjadi 4,64 persen, menunjukkan dinamika penyerapan tenaga kerja yang berbeda di antara kedua gender.
Rincian Data Angkatan Kerja dan Definisi Klasifikasi
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan total angkatan kerja Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 155,37 juta orang, naik 1,366 juta orang dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 147,986 juta orang tercatat bekerja, atau tumbuh 1,443 juta orang sepanjang periode Agustus 2025โAgustus 2026. Komposisi pekerja juga terpetakan secara rinci oleh BPS: 99,847 juta orang berstatus pekerja penuh, 35,295 juta pekerja paruh waktu, dan 12,844 juta setengah pengangguran.
- Pekerja Penuh: Bekerja minimal 35 jam per minggu.
- Pekerja Paruh Waktu: Bekerja di bawah 35 jam, tidak mencari kerja tambahan, dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain.
- Setengah Penganggur: Bekerja di bawah 35 jam dan masih aktif mencari atau menerima pekerjaan tambahan.
Kinerja Regional: Penurunan Seragam di Perkotaan dan Perdesaan
Penurunan pengangguran tidak hanya terjadi secara nasional, tetapi juga merata di berbagai wilayah. TPT di kawasan perkotaan terkoreksi dari 5,75 persen menjadi 5,53 persen, sementara di wilayah perdesaan turun tipis dari 3,47 persen menjadi 3,45 persen. Kesamaan arah penurunan di kedua wilayah ini mengindikasikan bahwa pemulihan lapangan kerja menjangkau berbagai lapisan geografis. Meski demikian, data ini mengingatkan bahwa tantangan ketenagakerjaan, khususnya bagi perempuan, masih memerlukan perhatian dalam kebijakan serapan tenaga kerja ke depan untuk menjaga momentum stabilitas ekonomi makro.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Jokowi Hadirkan Saksi Fakta di Sidang Ijazah: Klaim 34 Juta Warga Dirugikan Reputasi

Eskalasi Penertiban Bendera di Pidie Berujung Tragedi: 1 Warga Tewas, 19 Orang Luka

Gubernur Aceh Desak Penyelidikan Transparan Insiden Penembakan Maut di Pidie
