Tiang Utilitas di Jalan Sawo Hambat Lalu Lintas, Bina Marga Jaksel Jadwalkan Pemotongan

- Kelancaran lalu lintas di Jalan Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan , kembali terhambat oleh keberadaan tiang utilitas yang masih berdiri di badan jalan.
- Meskipun pelebaran jalan telah dilakukan sekitar dua bulan lalu, struktur fisik tersebut dinilai menghambat mobilitas kendaraan, terutama pada jam sibuk.
- Riwayat kecelakaan di lokasi tersebut terjadi sebelum pelebaran jalan, di mana sebuah kendaraan melaju dari arah berlawanan dan menyebabkan seorang pengendara perempuan terjatuh hingga pingsan.
Kelancaran lalu lintas di Jalan Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan, kembali terhambat oleh keberadaan tiang utilitas yang masih berdiri di badan jalan. Meskipun pelebaran jalan telah dilakukan sekitar dua bulan lalu, struktur fisik tersebut dinilai menghambat mobilitas kendaraan, terutama pada jam sibuk. Seorang pedagang pecel, Sri Miyatun, mengungkapkan bahwa keberadaan tiang di posisi sentral sempat menyebabkan insiden kecelakaan di masa lalu, sehingga membuat kondisi tiang tampak miring dan rawan membahayakan pengguna jalan.
Riwayat kecelakaan di lokasi tersebut terjadi sebelum pelebaran jalan, di mana sebuah kendaraan melaju dari arah berlawanan dan menyebabkan seorang pengendara perempuan terjatuh hingga pingsan. Namun, sejak jalan dilebarkan, Sri mengaku belum melihat kecelakaan serupa, meski kepadatan lalu lintas tetap tinggi saat jam pulang kerja. Pengendara terpaksa harus bergantian melintas karena sempitnya ruang gerak akibat posisi tiang. Sri berharap segera ada tindakan tegas karena informasinya menyebut biaya pemindahan satu tiang bisa mencapai Rp30 juta.
Tindak Lanjut dan Status Pemindahan
Rifki Rismal, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, menyatakan bahwa pihak terkait telah melakukan pengecekan lapangan terhadap tiang tersebut. Hasilnya, PLN tidak mengakui bahwa tiang tersebut merupakan aset mereka. Rifki menegaskan, masalah ini telah diteruskan kepada para pemilik utilitas lain untuk dilakukan pengamanan sementara. Rencana jangka panjang yang telah disusun adalah memotong tiang tersebut agar badan jalan kembali lega dan tidak menjadi penghalang utama dalam pergerakan arus lalu lintas.
Warga sekitar, termasuk Sri, sangat mendukung rencana penghapusan atau pemindahan tiang ke area trotoar. "Kalau mau dibongkar, ya lebih baik, jadi enggak di tengah-tengah, enggak macet," ujar Sri. Permintaan serupa juga ramai diperbincangkan di media sosial, di mana pengguna akun @makanbuahnanas mengkritik ketiadaan tindak lanjut pasca pelebaran jalan yang justru menciptakan kemacetan di akses keluar masuk Fatmawati.
Dampak Kemacetan dan Harapan Warga
Kehadiran tiang di badan jalan menciptakan titik kritis yang memperlambat lalu lintas secara signifikan, meskipun lebar jalan sudah bertambah. Para pedagang dan pengendara menilai bahwa pelebaran jalan tanpa penghapusan hambatan fisik di tengah jalan hanya memberikan dampak terbatas. Dengan adanya komitmen dari Dinas Bina Marga untuk memprogram pemotongan tiang, warga berharap proses ini tidak berlarut-larut demi kenyamanan mobilitas harian di kawasan Cipete Utara.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

144 Pelajar Jakarta Pusat Tempa Jiwa Antikorupsi Lewat Karya Sinematografi

Jaksel Gelar Bimtek Budi Daya Padi dalam Galon, Siapkan Gerak Tanam Serentak 12 November 2026

BI Jakarta Perkuat Ketahanan Sistem Pembayaran Nasional Lewat Forum Jakarta POV 2026
