Jaksel Gelar Bimtek Budi Daya Padi dalam Galon, Siapkan Gerak Tanam Serentak 12 November 2026

- Inisiatif ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan lahan perkotaan sekaligus mengoptimalkan ruang sempit sebagai sarana produksi pangan keluarga.
- Ridho menjelaskan bahwa inovasi penggunaan galon bekas sebagai media tanam merupakan solusi praktis untuk tantangan spasial di kota besar.
- Keberhasilan gerakan ini tidak hanya diukur dari pelaksanaan penanaman, tetapi terutama dari konsistensi perawatan hingga panen.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan menginisiasi langkah strategis dengan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) budi daya padi dalam galon bagi pengurus PKK dan pengelola RPTRA. Inisiatif ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan lahan perkotaan sekaligus mengoptimalkan ruang sempit sebagai sarana produksi pangan keluarga. Kepala Suku Dinas KPKP Jaksel, Ridho Sosro, menegaskan komitmen instansinya dalam mendukung pertanian perkotaan melalui pendampingan teknis dan kolaborasi aktif dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayahnya.
Ridho menjelaskan bahwa inovasi penggunaan galon bekas sebagai media tanam merupakan solusi praktis untuk tantangan spasial di kota besar. Keberhasilan gerakan ini tidak hanya diukur dari pelaksanaan penanaman, tetapi terutama dari konsistensi perawatan hingga panen. Peserta bimtek dibekali pemahaman teknis menyeluruh, mulai dari persiapan media, persemaian, penanaman, pemeliharaan, hingga tahap panen, dengan harapan monitoring berkelanjutan dapat dilakukan hingga hasil repanai diperoleh.
Kesiapan Menuju Gerakan Tanam Serentak Nasional
Bimtek ini merupakan langkah preparasi menuju Gerakan Tanam Serentak Padi dalam Galon yang dijadwalkan berlangsung di seluruh wilayah Jakarta Selatan pada 12 November 2026. Ketua Bidang III Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Jakarta Selatan, Nunun Mukhlisin, menyatakan bahwa metode budi daya ini relatif sederhana dan hemat tempat, sehingga cocok diterapkan di pekarangan rumah, lingkungan perkantoran, sekolah, hingga fasilitas umum. Narasumber kompeten yang dihadirkan dalam sesi ini ditujukan untuk memastikan peserta, yang terdiri dari pengurus PKK kecamatan dan kelurahan, pengelola RPTRA, serta pegiat urban farming, memiliki keterampilan teknis yang memadai.
Nunun menambahkan, inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Secara lebih luas, gerakan ini diproyeksikan menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai proses produksi pangan. "Kami mengajak seluruh peserta untuk menjaga keberlanjutan pemeliharaan budidaya padi dalam galon ini hingga masa panen tiba," ujar Nunun, menekankan pentingnya konsistensi pasca-penanam.
Dampak Edukasi dan Peran Sosial Ekonomi
Implementasi budi daya padi dalam galon diharapkan memberikan dampak ganda bagi masyarakat Jakarta Selatan. Secara sosial, program ini memperkuat ketahanan keluarga melalui pengoptimalan lahan kosong menjadi produktif. Secara edukasi, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk pegiat urban farming, menciptakan ekosistem belajar yang berkelanjutan mengenai pertanian kota yang efisien. Dengan infrastruktur dukungan teknis dari KPKP dan jejaring koordinasi TP PKK, langkah ini membuka jalan bagi transformasi persepsi masyarakat tentang keterbatasan ruang kota, membuktikan bahwa produksi pangan skala rumahan tetap mungkin dilakukan secara konsisten hingga panen raya pada 2026.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

TNI AL Hadirkan 25 Kapal Perang dari Berbagai Negara untuk Perayaan HUT ke-500 Jakarta

Polisi Olah TKP Ledakan Gas Duri Kepa: 12 Warga Terluka, 10 Rumah Rusak Parah

Sudinhub Jaksel Pasangi Patroli Gabungan saat JLNT Antasari D Tutup, Warga Cemas Portal Diterobos
