144 Pelajar Jakarta Pusat Tempa Jiwa Antikorupsi Lewat Karya Sinematografi
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Kolaborasi ini dipimpin langsung oleh Inspektorat Pembantu Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan tujuan menanamkan nilai antikorupsi melalui medium kreatif yang relevan dengan dunia digital generasi muda.
- Langkah ini merupakan respons terhadap fakta bahwa korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merampas hak atas pendidikan berkualitas dan kesempatan kerja yang adil.
- Dengan memanfaatkan film dan pariwara, pesan moral diupayakan agar lebih mudah dicerna, bukan lagi sekadar dogma moral yang kaku.
144 siswa SMA di Jakarta Pusat mengikuti lokakarya intensif bertema #bersuaraLewatLayar: Saatnya Anak Muda Lawan Korupsi, sebuah inisiatif strategis yang mengubah pendekatan edukasi integritas dari ruang kelas ke dalam praktik sinematografi. Kolaborasi ini dipimpin langsung oleh Inspektorat Pembantu Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan tujuan menanamkan nilai antikorupsi melalui medium kreatif yang relevan dengan dunia digital generasi muda.
Langkah ini merupakan respons terhadap fakta bahwa korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merampas hak atas pendidikan berkualitas dan kesempatan kerja yang adil. Dengan memanfaatkan film dan pariwara, pesan moral diupayakan agar lebih mudah dicerna, bukan lagi sekadar dogma moral yang kaku.
Edukasi Kreatif: Dari Ruang Kelas ke Layar Lebar
Rianta Widya Amalia, Kepala Inspektorat Pembantu Kota Administrasi Jakarta Pusat, menegaskan bahwa pendekatan kreatif adalah kunci keberhasilan kampanye integritas modern. "Semakin luas nilai antikorupsi disosialisasikan dengan cara yang dekat dengan generasi muda, semakin besar pula peluang nilai tersebut tumbuh menjadi kebiasaan," ujarnya. Karya pelajar ini diproyeksikan tidak hanya menjadi materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga berkembang menjadi aset kampanye yang mampu menjangkau masyarakat luas sebagai titik lahirnya gerakan antikorupsi dari pelajar.
- Metode Edukasi: Lokakarya pembuatan film dan pariwara (PSO) bertema antikorupsi.
- Partisipasi: 144 siswa SMA dan guru pendamping dari wilayah Jakarta Pusat.
- Visi Strategis: Mengubah nilai integritas menjadi kebiasaan melalui medium visual yang dekat dengan anak muda.
Aplikatifikasi Nilai: "Jujur Itu Keren"
Dukungan penuh datang dari Eric PZ Lumbun, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, yang memuji inisiatif ini sebagai bentuk perlawanan budaya terhadap praktik korupsi. "Korupsi adalah musuh nyata kreativitas dan masa depan. Hari ini anak muda melawan korupsi dengan karya film dan iklan layanan masyarakat sebagai senjata budaya kita," tegas Eric. Ia menekankan pentingnya memvisualisasikan pesan integritas agar dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Eric optimis bahwa sinematografi memiliki kekuatan untuk mengubah pola pikir, dengan pesan sentral bahwa jujur itu keren dan integritas adalah harga mati. Dengan melibatkan pelajar sebagai kreator, kampanye ini diharapkan dapat menjangkau kesadaran publik secara lebih masif dan berkelanjutan, menjadikannya model baru dalam pemberantasan korupsi berbasis budaya di tingkat kota.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

TNI AL Hadirkan 25 Kapal Perang dari Berbagai Negara untuk Perayaan HUT ke-500 Jakarta

Polisi Olah TKP Ledakan Gas Duri Kepa: 12 Warga Terluka, 10 Rumah Rusak Parah

Sudinhub Jaksel Pasangi Patroli Gabungan saat JLNT Antasari D Tutup, Warga Cemas Portal Diterobos
