Strategi Besar Danantara: Transformasi 12 Wilayah RI Menjadi Smart City Berkelas Dunia

- Danantara bekerja sama dengan BP BUMN mempercepat realisasi ambisi megah menggeser wajah pembangunan nasional dengan mengubah 12 wilayah menjadi smart city atau kota masa depan.
- Inisiatif ini tidak sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan sebuah ekosistem terintegrasi yang mencakup hunian, universitas, rumah sakit, hingga pusat perbelanjaan modern.
- Proses persiapan saat ini difokuskan pada penyiapan lahan, pembentukan tim pelaksana yang solid, serta penyusunan master plan yang matang.
Danantara bekerja sama dengan BP BUMN mempercepat realisasi ambisi megah menggeser wajah pembangunan nasional dengan mengubah 12 wilayah menjadi smart city atau kota masa depan. Inisiatif ini tidak sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan sebuah ekosistem terintegrasi yang mencakup hunian, universitas, rumah sakit, hingga pusat perbelanjaan modern. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan pentingnya kesiapan struktural dan sumber daya manusia berpengalaman untuk memastikan keberhasilan proyek dengan skala investasi dan kompleksitas yang jauh melampaui pembangunan fasilitas komersial konvensional.
Proses persiapan saat ini difokuskan pada penyiapan lahan, pembentukan tim pelaksana yang solid, serta penyusunan master plan yang matang. Dony menekankan bahwa setiap proyek harus memiliki struktur pengelolaan yang jelas dari tahap perencanaan hingga eksekusi di lapangan. Kolaborasi ini dilakukan melalui PT Kota Masa Depan Indonesia, yang menjadi kendaraan utama dalam mendorong hadirnya kawasan perkotaan modern yang juga membangun ekosistem industri, investasi, dan aktivitas ekonomi baru di berbagai penjuru negeri.
Prioritas Tahap Awal dan Target Groundbreaking
Untuk merealisasikan target pembangunan 12 kawasan ini, proses penyusunan master plan akan diprioritaskan pada tiga lokasi kunci, yakni Walini, Batang, dan Medan. Selain tiga prioritas utama tersebut, sejumlah lokasi lain seperti Tuban dan Subang juga telah masuk dalam tahap identifikasi pengembangan. Dony menargetkan proses groundbreaking atau peletakan batu pertama dapat dimulai pada Desember 2026. Target waktu ini merupakan langkah awal krusial untuk memastikan transisi dari fase perencanaan ke fase konstruksi dapat berjalan sesuai jadwal. Pendekatan ini mencerminkan strategi bertahap namun agresif untuk menghadirkan proyek-proyek infrastruktur strategis di Indonesia.
Keseriusan pelaksanaan proyek ini terlihat jelas saat Dony berdiskusi dengan Direktur Utama PT Kota Masa Depan Indonesia, Musa Bangun, di Wisma Danantara. Dalam pertemuan tersebut, Dony menegaskan komitmen untuk menggunakan tenaga ahli dan arsitek kompeten, termasuk perencana kawasan bertaraf internasional. "Setiap project itu nanti ada struktur project-nya karena investment-nya kan gede dan itu project bukan bangun hotel, tapi bangun kota. Makanya yang di atas ini expert-expert, yang di bawah itu nanti organisasinya yang eksekutornya yang kuat-kuat juga," ujar Dony. Pernyataan ini menyoroti bahwa kompleksitas pembangunan kota memerlukan orkestrasi tenaga profesional terbaik untuk menjamin kualitas hasil akhir.
Visi Menjadi Ikon Pembangunan Nasional
Kepala BP BUMN tersebut menegaskan bahwa standar kualitas pembangunan kawasan ini harus tinggi agar mampu menjadi ikon Indonesia. "Kita harus menjadi ikonnya Indonesia apapun yang kita kerjain, makanya kita kerjain dengan benar, master plan-nya benar, yang arsiteknya benar," tegasnya. Pengembangan 12 smart city ini dirancang untuk mengedepankan konsep kota modern dengan dukungan infrastruktur yang terintegrasi dan penataan utilitas perkotaan yang lebih baik. Tujuan akhirnya bukan hanya menghadirkan fisik bangunan modern, tetapi juga menciptakan kualitas perencanaan dan desain yang unggul yang dapat membanggakan bangsa.
Dari sudut pandang makroekonomi, inisiatif ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia. Dengan menggabungkan fasilitas sosial, ekonomi, dan infrastruktur dalam satu kawasan terintegrasi, Danantara dan BP BUMN berharap dapat menciptakan efek berantai bagi masyarakat sekitar. Kehadiran pusat-pusat aktivitas ekonomi baru ini diyakini akan meningkatkan daya saing wilayah tersebut di kancah nasional, sekaligus membuktikan komitmen pemerintah dalam modernisasi tata kota melalui kolaborasi BUMN dan sovereign wealth fund.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Utang Pemerintah Tumbuh Terukur: Capai Rp10.326,9 T di Kuartal III-2026, Rasio PDB Turun

PANI Rekor Marketing Sales Rp 3 Triliun: Hunian Tumbuh 34% Didorong PPN DTP & Ekosistem PIK2

Bos KAI Resmi Membatalkan Impor KRL Bekas Jepang, Prioritaskan 23 Trainset Baru Produksi Dalam Negeri
