PANI Rekor Marketing Sales Rp 3 Triliun: Hunian Tumbuh 34% Didorong PPN DTP & Ekosistem PIK2
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berhasil membukukan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 3 triliun hingga periode September 2026.
- Keberhasilan ini ditopang oleh pertumbuhan signifikan pada segmen hunian yang naik 34% secara year-on-year, menjadi lokomotif utama pendapatan perusahaan di tengah dinamika pasar properti nasional.
- Prestasi ini menegaskan posisi strategis PIK2 sebagai kawasan terpadu yang terus menarik minat investor dan pembeli rumah pertama.
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berhasil membukukan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 3 triliun hingga periode September 2026. Keberhasilan ini ditopang oleh pertumbuhan signifikan pada segmen hunian yang naik 34% secara year-on-year, menjadi lokomotif utama pendapatan perusahaan di tengah dinamika pasar properti nasional. Prestasi ini menegaskan posisi strategis PIK2 sebagai kawasan terpadu yang terus menarik minat investor dan pembeli rumah pertama.
Secara rinci, segmen hunian memberikan kontribusi terbesar dengan nilai Rp 1,63 triliun, setara 54% dari total marketing sales. Kenaikan tajam ini tidak terlepas dari strategi diversifikasi produk dan stimulus fiskal berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). PANI memfasilitasi pasar melalui berbagai pilihan properti, mulai dari produk entry-level hingga premium, yaitu:
- Rumah Milenial: Ditargetkan untuk pembeli rumah pertama.
- Pasir Putih Residence dan Padang Spring: Hunian menengah-atas.
- Padma dan Bukit Nirmala: Komunitas hunian premium di PIK2.
Strategi Monetisasi dan Kontribusi Segmen Komersial
Di luar segmen hunian, PANI mencatat kontribusi kuat dari produk komersial dan kaveling. Segmen komersial menyumbang Rp 526 miliar melalui produk seperti Bizpark PIK2 dan Rukan Marina Bay. Sementara itu, segmen kaveling komersial di kawasan CBD PIK2 berhasil meraup Rp 866 miliar. Perpaduan ketiga segmen iniโhunian, komersial, dan kavelingโmenunjukkan bahwa strategi monetisasi lanskap PIK2 tidak hanya bergantung pada satu jenis aset, melainkan dari ekosistem yang saling melengkapi antara fasilitas hidup dan pusat bisnis.
Infrastruktur Strategis dan Prospek 2027
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, menegaskan bahwa penguatan ekosistem PIK2 adalah komitmen utama perusahaan untuk meningkatkan daya tarik kawasan. Dalam keterangannya pada Kamis (5/11/2026), ia menyoroti beberapa infrastruktur kunci yang mempercepat apresiasi nilai lahan:
- Tol KATARAJA: Sebagian ruas telah beroperasi secara fungsional, memperlancar akses ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
- NICE (Nusantara International Convention Exhibition): Fasilitas MICE untuk pertemuan, konferensi, dan pameran.
- Dermaga CBD Beachwalk: Membuka akses wisata bahari langsung menuju Kepulauan Seribu.
- Hotel Hilton PIK2: Diproyeksikan beroperasi pada semester II 2027.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Utang Pemerintah Tumbuh Terukur: Capai Rp10.326,9 T di Kuartal III-2026, Rasio PDB Turun

Bos KAI Resmi Membatalkan Impor KRL Bekas Jepang, Prioritaskan 23 Trainset Baru Produksi Dalam Negeri

Strategi Besar Danantara: Transformasi 12 Wilayah RI Menjadi Smart City Berkelas Dunia
