Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PANI Rekor Marketing Sales Rp 3 Triliun: Hunian Tumbuh 34% Didorong PPN DTP & Ekosistem PIK2

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: Detik Bursa & Emas
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

PANI Rekor Marketing Sales Rp 3 Triliun: Hunian Tumbuh 34% Didorong PPN DTP & Ekosistem PIK2
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berhasil membukukan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 3 triliun hingga periode September 2026.
  • Keberhasilan ini ditopang oleh pertumbuhan signifikan pada segmen hunian yang naik 34% secara year-on-year, menjadi lokomotif utama pendapatan perusahaan di tengah dinamika pasar properti nasional.
  • Prestasi ini menegaskan posisi strategis PIK2 sebagai kawasan terpadu yang terus menarik minat investor dan pembeli rumah pertama.

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berhasil membukukan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 3 triliun hingga periode September 2026. Keberhasilan ini ditopang oleh pertumbuhan signifikan pada segmen hunian yang naik 34% secara year-on-year, menjadi lokomotif utama pendapatan perusahaan di tengah dinamika pasar properti nasional. Prestasi ini menegaskan posisi strategis PIK2 sebagai kawasan terpadu yang terus menarik minat investor dan pembeli rumah pertama.

Secara rinci, segmen hunian memberikan kontribusi terbesar dengan nilai Rp 1,63 triliun, setara 54% dari total marketing sales. Kenaikan tajam ini tidak terlepas dari strategi diversifikasi produk dan stimulus fiskal berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). PANI memfasilitasi pasar melalui berbagai pilihan properti, mulai dari produk entry-level hingga premium, yaitu:

  • Rumah Milenial: Ditargetkan untuk pembeli rumah pertama.
  • Pasir Putih Residence dan Padang Spring: Hunian menengah-atas.
  • Padma dan Bukit Nirmala: Komunitas hunian premium di PIK2.

Strategi Monetisasi dan Kontribusi Segmen Komersial

Di luar segmen hunian, PANI mencatat kontribusi kuat dari produk komersial dan kaveling. Segmen komersial menyumbang Rp 526 miliar melalui produk seperti Bizpark PIK2 dan Rukan Marina Bay. Sementara itu, segmen kaveling komersial di kawasan CBD PIK2 berhasil meraup Rp 866 miliar. Perpaduan ketiga segmen iniโ€”hunian, komersial, dan kavelingโ€”menunjukkan bahwa strategi monetisasi lanskap PIK2 tidak hanya bergantung pada satu jenis aset, melainkan dari ekosistem yang saling melengkapi antara fasilitas hidup dan pusat bisnis.

Infrastruktur Strategis dan Prospek 2027

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, menegaskan bahwa penguatan ekosistem PIK2 adalah komitmen utama perusahaan untuk meningkatkan daya tarik kawasan. Dalam keterangannya pada Kamis (5/11/2026), ia menyoroti beberapa infrastruktur kunci yang mempercepat apresiasi nilai lahan:

  • Tol KATARAJA: Sebagian ruas telah beroperasi secara fungsional, memperlancar akses ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
  • NICE (Nusantara International Convention Exhibition): Fasilitas MICE untuk pertemuan, konferensi, dan pameran.
  • Dermaga CBD Beachwalk: Membuka akses wisata bahari langsung menuju Kepulauan Seribu.
  • Hotel Hilton PIK2: Diproyeksikan beroperasi pada semester II 2027.
Hingga akhir September 2026, PANI mengelola cadangan lahan seluas 1.828 hektare melalui 12 entitas anak, menjadi modal penting untuk menopang pertumbuhan jangka panjang perusahaan di kawasan ekonomi strategis ini.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ