Revitalisasi Mesin Listrik Turunkan Biaya Operasional Padi di Jateng hingga 60 Persen
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Widi Hartanto , Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa transisi dari mesin diesel ke listrik membawa perubahan signifikan bagi petani.
- Melalui elektrifikasi penggilingan padi, biaya operasional turun drastis dari Rp354.670 menjadi Rp142.820 per ton , menghemat hingga Rp211.850 atau sekitar 60 persen .
- Efisiensi ini dicapai dengan memangkas konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan tenaga kerja, sebuah langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Widi Hartanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa transisi dari mesin diesel ke listrik membawa perubahan signifikan bagi petani. Melalui elektrifikasi penggilingan padi, biaya operasional turun drastis dari Rp354.670 menjadi Rp142.820 per ton, menghemat hingga Rp211.850 atau sekitar 60 persen. Efisiensi ini dicapai dengan memangkas konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan tenaga kerja, sebuah langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Langkah ini merupakan bagian dari program revitalisasi yang tidak hanya fokus pada penghematan, tetapi juga penguatan kelembagaan kelompok tani. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong modernisasi alat mesin pertanian agar pengolahan gabah lebih efisien dan mampu menjaga ketersediaan beras secara berkelanjutan di wilayah Jawa Tengah.
Detail Teknis dan Lokasi Program
Secara teknis, program ini melibatkan peningkatan daya listrik dari satu fase menjadi tiga fase, perbaikan mesin, serta penggantian penggerak diesel menjadi tenaga listrik. Salah satu lokasi penerapan utama berada di Gapoktan Maju Makmur, Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Di lokasi inilah transformasi teknologi tersebut diimplementasikan untuk memberikan dampak langsung kepada petani.
- Peningkatan daya listrik: dari 1 fase menjadi 3 fase.
- Perbaikan dan penggantian mesin penggerak diesel menjadi tenaga listrik.
- Lokasi percontohan: Gapoktan Maju Makmur, Desa Ngadirojo, Kabupaten Magelang.
Skala Investasi dan Dampak Jangka Panjang
Program elektrifikasi ini merupakan bagian dari revitalisasi 14 penggilingan padi skala kecil yang difasilitasi pemerintah dalam rentang waktu 2025 hingga 2026. Total pembiayaan yang dialokasikan mencapai Rp3,1 miliar. Investasi ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi petani secara masif dan mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga BBM.
Dengan tercapainya efisiensi biaya hingga 60 persen, petani memiliki ruang finansial yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hasil panen. Langkah ini sejalan dengan komitmen Jawa Tengah untuk menjadikan sektor pertanian yang lebih modern, ramah, dan berdaya saing tinggi di masa depan, sekaligus memastikan stabilitas pasokan pangan nasional dari sentra produksi padi di Jawa Tengah.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Sultan Najamudin Dorong 'Green Legislasi': 5 RUU Prioritas DPD RI untuk Keseimbangan Ekologi

Andil Industri Pengolahan Tumpu Pertumbuhan Ekonomi RI 5,47 Persen, Sektor Perdagangan dan Konstruksi Ikut Terakselerasi

Sultan Baktiar Najamudin Jelaskan Makna 152 Anggota DPD dan 80 Juta Suara Rakyat Daerah
