Pramono Anung Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama, Siapkan Mitigasi Banjir Jelang Puncak Hujan 2027
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Upaya normalisasi kali ini menargetkan sejumlah aliran sungai krusial yang kerap menjadi pemicu genangan saat musim hujan, termasuk Kali Ciliwung , Kali Angke , Kali Krukut , serta Kali Cakung Lama .
- Percepatan Infrastruktur dan Pendampingan Kejaksaan Pramono Anung mengungkapkan bahwa target penyelesaian normalisasi diharapkan rampung selambat-lambatnya pada bulan Desember mendatang.
- "Akan kita kebut, mudah-mudahan begitu bulan Januari mulai curah hujan tinggi dan kemudian Februari puncaknya (kita bisa antisipasi)," tegasnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengebut proses normalisasi jaringan sungai sebagai langkah strategis antisipasi menghadapi curah hujan tinggi yang diprediksi mencapai puncaknya pada Februari 2027. Keputusan ini diambil setelah Pemprov DKI menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kota, yang berfokus pada sinergi lintas sektor untuk memperkuat kesiapsiagaan mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah ibu kota.
Upaya normalisasi kali ini menargetkan sejumlah aliran sungai krusial yang kerap menjadi pemicu genangan saat musim hujan, termasuk Kali Ciliwung, Kali Angke, Kali Krukut, serta Kali Cakung Lama. Langkah percepatan ini didasari oleh prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut bahwa volume curah hujan tertinggi di wilayah Jakarta akan terjadi pada akhir musim, sehingga menuntut percepatan penanganan infrastruktur drainase dan tata air secara masif.
Percepatan Infrastruktur dan Pendampingan Kejaksaan
Pramono Anung mengungkapkan bahwa target penyelesaian normalisasi diharapkan rampung selambat-lambatnya pada bulan Desember mendatang. "Akan kita kebut, mudah-mudahan begitu bulan Januari mulai curah hujan tinggi dan kemudian Februari puncaknya (kita bisa antisipasi)," tegasnya. Untuk memastikan proses kerja berjalan maksimal dan transparan, Pemprov DKI juga melibatkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta untuk memberikan pendampingan hukum dan pengawasan dalam eksekusi proyek normalisasi kali tersebut.
Beberapa poin strategis yang menjadi fokus percepatan penanganan kali ini meliputi:
- Pembersihan dan normalisasi fisik pada Kali Ciliwung, Kali Angke, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama;
- Koordinasi teknis lintas instansi untuk mengurai titik-titik rawan genangan struktural;
- Pengawasan pendampingan oleh institusi kejaksaan untuk menjaga akuntabilitas proses eksekusi anggaran.
Sinergi Forkopimda dan Kesiapsiagaan Musim Hujan
Rapat koordinasi ini digelar secara khusus untuk menyatukan visi seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mitigasi risiko banjir. Pramono menyampaikan apresiasinya terhadap suasana terbuka dan saling mendukung antarpihak yang terjalin dalam forum tersebut, yang menurutnya akan membuat DKI Jakarta lebih solid menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa depan.
Keberhasilan percepatan normalisasi sungai ini diharapkan dapat menjadi kunci utama dalam menekan risiko bencana banjir yang selalu menghantui ibu kota saat musim puncak tiba. Dengan kesiapan infrastruktur tata air yang optimal di tahun 2026 ini, Pemprov DKI Jakarta berharap masyarakat dapat merasa lebih aman dan terlindungi ketika volume curah hujan BMKG mencapai titik tertingginya pada Februari 2027.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

144 Pelajar Jakarta Pusat Tempa Jiwa Antikorupsi Lewat Karya Sinematografi

Jaksel Gelar Bimtek Budi Daya Padi dalam Galon, Siapkan Gerak Tanam Serentak 12 November 2026

BI Jakarta Perkuat Ketahanan Sistem Pembayaran Nasional Lewat Forum Jakarta POV 2026
