Menperin: Jepang Jadi Pasar Utama Ekspor Sagu Indonesia, Capai 14 Persen pada 2025
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Menteri Perindustrian (Menperin) Mustafa Sarmuji mengungkapkan bahwa Jepang kini menjadi negara dengan pangsa ekspor sagu terbesar dari Indonesia , mencapai 14 persen pada tahun 2025.
- Peningkatan ini merupakan lonjakan signifikan dari angka 2 persen pada 2021, menunjukkan pertumbuhan pesat permintaan pati sagu Indonesia di pasar Jepang.
- Peningkatan pangsa pasar ini terjadi secara bertahap, dengan capaian 7 persen pada 2022 , 8 persen pada 2023 , dan 9 persen pada 2024 .
Menteri Perindustrian (Menperin) Mustafa Sarmuji mengungkapkan bahwa Jepang kini menjadi negara dengan pangsa ekspor sagu terbesar dari Indonesia, mencapai 14 persen pada tahun 2025. Peningkatan ini merupakan lonjakan signifikan dari angka 2 persen pada 2021, menunjukkan pertumbuhan pesat permintaan pati sagu Indonesia di pasar Jepang.
Peningkatan pangsa pasar ini terjadi secara bertahap, dengan capaian 7 persen pada 2022, 8 persen pada 2023, dan 9 persen pada 2024. Sarmuji menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan bahwa produk pati sagu Indonesia mulai mendapat tempat lebih besar di pasar Jepang, yang pada 2025 membutuhkan sekitar 10,5 juta ton pati saguโnaik 35 persen dibandingkan 2021.
Kenaikan Pangsa Pasar dan Peluang Ekspor
Sarmuji menyoroti bahwa peningkatan pangsa pasar sagu Indonesia di Jepang memberikan peluang besar bagi industri lokal untuk melanjutkan proses hilirisasi dan perluasan akses pasar. Ia menekankan bahwa pemerintah akan terus mendorong kolaborasi antara pelaku industri sagu Indonesia dan mitra Jepang untuk memperkuat rantai pasok serta mempercepat ekspor.
"Tentu saja peningkatan pangsa pasar tersebut menunjukkan semakin besarnya peluang bagi produk pati sagu Indonesia untuk memperkuat posisinya di pasar Jepang," ujar Sarmuji saat membuka Sago Business Forum 2026 di Jakarta. Ia menambahkan bahwa pengembangan sektor ini juga bisa membuka peluang di bidang energi dan farmasi, sesuai dengan potensi teknologi dan inovasi yang dimiliki sagu.
Dampak dan Langkah Lanjutan
Peningkatan ekspor sagu ke Jepang bukan hanya menunjukkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai indikator bahwa Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Untuk memperkuat posisi ini, pemerintah berencana memperkuat kerjasama industri dan kemitraan strategis dengan Jepang.
Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:
- Penguatan sinergi antara pelaku industri sagu Indonesia dan Jepang
- Peningkatan kapasitas produksi dan kualitas pati sagu
- Promosi pasar baru melalui kerja sama teknologi dan inovasi
- Perluasan penggunaan sagu di sektor energi dan farmasi
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Jokowi dan Roy Suryo Bersalaman Hangat Usai Sidang Fitnah Ijazah di PN Jaktim

BPS NTB Catat Laju Pertumbuhan Ekonomi Kumulatif 9,37 Persen, Melampaui Target RPJMD

Gubernur Maluku Utara Soroti Dilema Anggaran: Sofifi 27 Tahun Jadi Ibukota namun Masih Berstatus Kelurahan
