BPS NTB Catat Laju Pertumbuhan Ekonomi Kumulatif 9,37 Persen, Melampaui Target RPJMD
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat mencatatkan kinerja ekonomi yang impresif dengan pertumbuhan kumulatif sebesar 9,37 persen hingga triwulan III 2026.
- Angka tersebut jauh melampaui target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB, yang hanya mematok sasaran di kisaran 7,6 persen hingga akhir 2029.
- Wahyudin , Kepala BPS NTB, mengungkapkan bahwa capaian ini menjadi sinyal positif yang kuat bagi dinamika perekonomian daerah, meskipun masih membutuhkan pengamatan ketat pada kuartal terakhir tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat mencatatkan kinerja ekonomi yang impresif dengan pertumbuhan kumulatif sebesar 9,37 persen hingga triwulan III 2026. Angka tersebut jauh melampaui target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB, yang hanya mematok sasaran di kisaran 7,6 persen hingga akhir 2029. Wahyudin, Kepala BPS NTB, mengungkapkan bahwa capaian ini menjadi sinyal positif yang kuat bagi dinamika perekonomian daerah, meskipun masih membutuhkan pengamatan ketat pada kuartal terakhir tahun ini.
Menurut Wahyudin, pencapaian di atas 9 persen ini merupakan hasil yang "di luar dugaan" oleh para analis. Untuk menjaga momentum tersebut, ia berharap pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2026 tetap bertahan di kisaran 7 persen atau lebih tinggi. Apabila target kuartal terakhir ini tercapai, NTB diproyeksikan mampu mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi secara kumulatif sepanjang tahun 2026 berada di atas 9 persen, solid melampaui ambang batas yang direncanakan sebelumnya.
Dominasi Sektor Pertambangan dan Pendorong Ekspor
Dari sisi produksi, sektor pertambangan dan penggalian menjadi kontributor terbesar dengan andil pertumbuhan kumulatif sebesar 30,86 persen. Sektor ini diikuti oleh industri pengolahan yang menyumbang pertumbuhan 24,89 persen serta subsektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 6,81 persen. Struktur pendorong pertumbuhan juga ditopang kuat oleh komponen pengeluaran, terutama dari sisi eksternal dan domestik.
- Ekspor barang dan jasa: Mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran sebesar 53,05 persen.
- Ekspor dan PDRB: Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh 6,71 persen, disusul pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 4,42 persen.
- Nilai Ekonomii: PDRB NTB pada triwulan III 2026 tercatat mencapai Rp56,50 triliun dengan harga berlaku, atau Rp31,06 triliun berdasarkan harga konstan tahun 2010.
Proyeksi dan Ekspektasi Tahunan
Kepala BPS NTB, Wahyudin, menyimpulkan bahwa prospek ekonomi NTB tahun ini optimis. Dengan tren yang ada, ia meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi tahunan NTB akan berakhir pada angka sekitar 9 persen, yang berarti tetap berada di posisi lebih tinggi daripada target 7,6 persen yang sudah ditetapkan dalam dokumen perencanaan RPJMD. Keberhasilan melampaui target ini menegaskan ketangguhan ekonomi NTB, ditopang oleh komoditas unggulan pertambangan serta permintaan eksternal yang kuat, serta mengindikasikan bahwa kebijakan pembangunan daerah berjalan efektif dalam meningkatkan nilai produksi dan daya beli. Tren ini sejalan dengan stabilitas makroekonomi nasional yang kini menjadi perhatian utama regulator, sebagaimana dijelaskan dalam Stabilitas Sektor Keuangan RI.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Jokowi Bersalaman dengan Roy Suryo Usai Bersaksi di Sidang Kasus Ijazah Palsu

Hening dan Khidmat: Panglima TNI Pimpin Upacara Milik Pemakaman Letkol Anwar Dudi di TMP Cikutra

Pemprov Kaltim Gerek Usulan Karhutla jadi Bencana Nasional, Dikhawatirkan Bebaskan Tanggung Jawab Perusahaan
