Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kuasai 56,4% Pasar Global, Industri Baterai China Geser Dominasi Korsel dan Jepang

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Kuasai 56,4% Pasar Global, Industri Baterai China Geser Dominasi Korsel dan Jepang
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • SNE Research mengungkap fakta geopolitik baru dalam industri energi terbarukan: produsen asal Tiongkok kini menguasai lebih dari separuh pasar baterai kendaraan listrik di luar negeri.
  • Data yang dihimpun selama sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa satu dari setiap dua baterai kendaraan listrik yang terpasang di pasar global berasal dari pemasok Tiongkok.
  • Total volume pemasangan baterai buatan China di luar negaranya melonjak hingga 426,7 GWh , sebuah pencapaian yang menandai pergeseran keseimbangan rantai pasok teknologi bersih dunia secara fundamental.

SNE Research mengungkap fakta geopolitik baru dalam industri energi terbarukan: produsen asal Tiongkok kini menguasai lebih dari separuh pasar baterai kendaraan listrik di luar negeri. Data yang dihimpun selama sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa satu dari setiap dua baterai kendaraan listrik yang terpasang di pasar global berasal dari pemasok Tiongkok. Total volume pemasangan baterai buatan China di luar negaranya melonjak hingga 426,7 GWh, sebuah pencapaian yang menandai pergeseran keseimbangan rantai pasok teknologi bersih dunia secara fundamental.

Dominasi ini bukan sekadar hasil akumulasi volume, melainkan indikator kuatnya ekspansi agresif perusahaan-perusahaan China ke jaringan global. Enam raksasa industri, yaitu CATL, BYD, Gotion High-Tech, Svolt, CALB, dan Eve Energy, secara kolektif berhasil merebut 56,4 persen pangsa pasar. Angka ini mencatatkan peningkatan drastis lebih dari 13 poin persentase dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, menegaskan tren konsolidasi pasar yang semakin mempersempit ruang bagi kompetitor dari negara lain.

Akselerasi Ekspansi: Penguatan CATL di Eropa dan Lonjakan BYD

Strategi diferensiasi terlihat jelas dari dua pemimpin pasar. CATL, si pemimpin tanpa lawan langsung, mencatat volume pemasangan 143,7 GWh di luar China, tumbuh 46,7 persen sehingga pangsa pasarnya naik menjadi 33,7 persen. Kekuatan CATL kini semakin solid dengan rencana penguatan fondasi rantai pasok di Eropa melalui uji coba produksi di pabriknya di Hungaria. Di sisi lain, BYD menempati posisi dengan pertumbuhan paling agresif pada segmen volume besar. Volume pemasangan baterainya melonjak 66,8 persen menjadi 45,9 GWh (pangsa 10,8 persen), yang korelasinya kuat dengan keberhasilan ekspor kendaraan listrik mereka yang jumlahnya berlipat ganda tahun ini.

Di lapisan kedua, pertumbuhan para pengikut pun tak bisa diabaikan. Eve Energy mencatatkan lonjakan tertinggi di antara 10 perusahaan teratas dengan pertumbuhan 214,6 persen (volume 9,5 GWh). Tren serupa diikuti Gotion High-Tech (tumbuh 153,8 persen, 17,6 GWh), Svolt (tumbuh 102,3 persen, 13,1 GWh), dan CALB (tumbuh 88,5 persen, 10,6 GWh). Kombinasi volume besar dari pemimpin dan pertumbuhan eksponensial dari perusahaan lapis kedua menciptakan 'badai' pasokan yang sulit ditahan oleh pesaing lama.

Tekanan Besar: Anjloknya Pangsa Pasok Korsel dan Jepang

Kebalikan dari euforia China, para pemain tradisional dari Korsel dan Jepang terdorong mundur. Pangsa pasar gabungan tiga raksasa Korselโ€”LG Energy Solution, SK On, dan Samsung SDIโ€”gugur dari 38,2 persen menjadi hanya 26,5 persen. Penurunan ini dipicu oleh kontraksi tajam di pasar Amerika Utara, yang membuat total volume pemasangan ketiga perusahaan tersebut turun 13,5 persen menjadi 113 GWh. Di sisi lain, Panasonic dari Jepang, yang ketergantungannya masih sangat tinggi pada Tesla, juga tidak kebal; volumenya stagnan di 35,6 GWh sementara pangsa pasarnya menyusut menjadi 8,4 persen. Pergeseran struktural ini menandakan bahwa dominasi Asia Timur dalam industri baterai kini sepenuhnya berpusat di China, dengan implikasi strategis yang akan memengaruhi kebijakan perdagangan dan investasi energi global di tahun-tahun mendatang. Jepang juga menghadapi dinamika serupa dalam perdagangan global, di mana posisi pasokan dan permintaan terus mengalami pergeseran signifikan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ