Kampung Hewan Jakarta Utara: 754 Ekor Hewan Terima Layanan Klinik Keliling di 34 Lokasi
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Pemerintah Kota Jakarta Utara menunjukkan komitmen nyata dalam mendekatkan akses kesehatan hewan melalui optimalisasi operasi Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta (HKJ).
- Langkah strategis ini dinilai efektif mengurangi beban biaya dan jarak tempuh bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan.
- Layanan yang disasar mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, pencegahan penyakit zoonosis, pemeriksaan darah, hingga prosedur ultrasonografi (USG).
Pemerintah Kota Jakarta Utara menunjukkan komitmen nyata dalam mendekatkan akses kesehatan hewan melalui optimalisasi operasi Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta (HKJ). Inisiatif yang diinisiasi oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) ini telah mencatatkan angka signifikan, di mana 754 ekor hewan peliharaan milik 614 warga telah menerima layanan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sejak Juli hingga Oktober 2026. Langkah strategis ini dinilai efektif mengurangi beban biaya dan jarak tempuh bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit, menjelaskan bahwa kehadiran mobil klinik ini dirancang untuk memudahkan warga tanpa harus menempuh jarak jauh menuju fasilitas kesehatan hewan konvensional. Layanan yang disasar mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, pencegahan penyakit zoonosis, pemeriksaan darah, hingga prosedur ultrasonografi (USG). "Jadi warga tidak harus menempuh jarak jauh ke fasilitas kesehatan hewan," ujar Novy, menegaskan efisiensi layanan bagi komunitas pet keeper.
Rekaman Data Hewan dan Distribusi Layanan
Dari total 754 ekor hewan yang diperiksa, komposisi dominannya adalah 546 ekor kucing dan 192 ekor anjing, diikuti oleh 16 ekor hewan eksotis seperti monyet, musang, kelinci, kura-kura, dan burung nuri. Tren kunjungan menunjukkan peningkatan antusiasme masyarakat dari bulan ke bulan, dengan rincian sebagai berikut:
- Juli: 130 ekor hewan milik 97 warga.
- Agustus: Meningkat menjadi 214 ekor hewan dari 176 warga.
- September: Mencapai 189 ekor hewan milik 163 warga.
- Oktober: Puncak aktivitas dengan 221 ekor hewan dari 178 warga.
Novy menambahkan bahwa layanan ini kini telah menjangkau 34 lokasi strategis di Jakarta Utara, meliputi permukiman warga, kantor pelayanan pemerintahan, ruang publik, hingga Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Adaptasi Akses dan Himbauan Kesehatan Lingkungan
Kendala teknis berupa keterbatasan akses jalan di permukiman padat yang tidak memungkinkan kendaraan besar untuk masuk menjadi tantangan operasional yang harus diatasi. Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Utara, Adil Abdillah, menjelaskan bahwa tim menetapkan titik kumpul pelayanan terdekat yang strategis untuk memastikan mobilitas warga tetap mudah. "Tingginya antusiasme warga membuat kami rutin memetakan wilayah... jika akses jalan sempit, mobil kami tempatkan di titik terdekat," jelas Adil.
Sebagai langkah preventif dan promotif, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk memantau jadwal operasional melalui akun Instagram resmi Sudin KPKP Jakarta Utara. Adil menekankan pentingnya pemeriksaan rutin karena "Hewan yang sehat turut mendukung kesehatan keluarga dan lingkungan," selaras dengan target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk sterilisasi massal hewan yang sebelumnya diakselerasi.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Sultan Najamudin Dorong 'Green Legislasi': 5 RUU Prioritas DPD RI untuk Keseimbangan Ekologi

Andil Industri Pengolahan Tumpu Pertumbuhan Ekonomi RI 5,47 Persen, Sektor Perdagangan dan Konstruksi Ikut Terakselerasi

Sultan Baktiar Najamudin Jelaskan Makna 152 Anggota DPD dan 80 Juta Suara Rakyat Daerah
