Garuda Rights Issue 248,7 Miliar Lembar, Danantara Setor Saham GMFI untuk Perbaiki Ekuitas
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- (GIAA) resmi merencanakan aksi korporasi strategis melalui penerbitan saham baru Seri E sebanyak-banyaknya 248,71 miliar lembar dalam skema rights issue atau Penawaran Umum Terbatas III (PMT III).
- Rancangan ini telah dituangkan dalam keterbukaan informasi pada 4 November 2026 , menandai fase baru penyehatan keuangan Garuda Indonesia Group untuk periode 2025-2029.
- Objek inbreng tersebut mencakup 65,77% dari seluruh modal ditempatkan GMFI, yang sebelumnya telah dialihkan dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) ke DAM dan resmi tercatat pada 2 November 2026.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) resmi merencanakan aksi korporasi strategis melalui penerbitan saham baru Seri E sebanyak-banyaknya 248,71 miliar lembar dalam skema rights issue atau Penawaran Umum Terbatas III (PMT III). Langkah ini menjadi bagian krusial dari upaya restrukturisasi keuangan maskapai pelat merah tersebut, di mana PT Danantara Asset Management (DAM) akan menyetorkan modal bukan berupa uang (inbreng) dengan mengalihkan 82,10 miliar saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI). Rancangan ini telah dituangkan dalam keterbukaan informasi pada 4 November 2026, menandai fase baru penyehatan keuangan Garuda Indonesia Group untuk periode 2025-2029.
Dalam mekanisme ini, DAM sebagai pemegang saham utama akan melaksanakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) menggunakan aset berupa saham GMFI, sementara pemegang saham publik lainnya dapat memilih penyetoran tunai. Objek inbreng tersebut mencakup 65,77% dari seluruh modal ditempatkan GMFI, yang sebelumnya telah dialihkan dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) ke DAM dan resmi tercatat pada 2 November 2026. Nilai nominal saham baru Garuda ditetapkan sebesar Rp25 per lembar, dengan perkiraan harga pelaksanaan berkisar antara Rp58 hingga Rp68 per saham, yang harga akhirnya akan dikonfirmasi dalam prospektus resmi.
Danantara Setor Saham GMFI, Garuda Jamin Sinergi Bisnis Penerbangan dan MRO
Aksi inbreng ini tidak sekadar memenuhi kewajiban pendanaan, tetapi dirancang untuk memperkuat pengendalian ekonomi Garuda Indonesia atas GMFI. Perusahaan menilai transaksi ini akan meningkatkan sinergi strategis antara lini bisnis penerbangan dengan layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) yang dijalankan oleh GMFI. Dengan penggabungan aset ini, Garuda berharap dapat mengoptimalkan pengelolaan aset dan memperbaiki struktur ekuitas secara standalone. Keputusan ini merupakan tindak lanjut langsung dari persetujuan Menteri BUMN pada Juni 2025 terkait rancangan penyehatan keuangan Garuda Group.
Akan tetapi, manajemen mewaspadai potensi dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi. Dalam skenario terburuk, dilusi dapat mencapai 37,92% setelah PMHMETD III dilaksanakan. Dampak terhadap kas, aset lancar, dan rasio likuiditas perusahaan juga sangat bergantung pada tingkat partisipasi pemegang saham. Pelaksanaan rights issue ini akan menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai syarat final sebelum diterbitkan.
Menatap Masa Depan: Kinerja Keuangan Masih Tekanan, Rugi Berangsung Membaik
Di tengah gencarnya aksi korporasi, fundamental keuangan Garuda Indonesia masih menunjukkan tekanan. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 30 Juni 2026, Garuda Group membukukan pendapatan usaha sebesar US$1,80 miliar. Meski demikian, perseroan masih mencatatkan rugi periode berjalan sebesar US$112,96 juta, albeit membaik signifikan dibandingkan rugi US$147,05 juta pada periode sama tahun sebelumnya.
Struktur liabilitas Garuda Indonesia Group tercatat mencapai US$7,43 miliar per paruh pertama 2026, dengan posisi defisiensi modal atau ekuitas negatif sebesar US$52,15 juta. Situasi ini menegaskan urgensi rights issue dan inbreng saham GMFI sebagai solusi struktural. Dengan masuknya aset MRO yang bernilai tinggi dari Danantara, Garuda berharap dapat memperbaiki neraca dan memastikan keberlanjutan operasi di tengah tantangan industri penerbangan global. Keberhasilan transaksi ini akan menjadi indikator kunci keberhasilan restrukturisasi keuangan Garuda Indonesia ke depan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

DOOH Akuisisi 29,88% Saham INET Senilai Rp2 Triliun untuk Perluas Ekosistem Digital

BI Buka 5 Opsi Penempatan DHE SDA, Eksportir Punya Fleksibilitas Maksimal

Pemerintah Bidik 9,7 Juta Hektare Lahan Rusak untuk Dorong Swasembada Gula dan Energi
