Duka Nasional: Dua Prajurit TNI AD Gugur Mewakili Tugas Negara Padamkan Karhutla di Kalteng
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Kehadiran mereka di lapangan bukan sekadar operasi militer, melainkan misi kemanusiaan untuk menyelamatkan ekosistem vital dari ancaman api.
- Kronologi Kejadian dan Detail Operasi Peristiwa naas ini terjadi pada Rabu (4/11) saat helikopter Mi-17V5 dari Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) tengah menjalankan operasi water bombing.
- Rinciannya sebagai berikut: Waktu & Lokasi Awal: Helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya dua prajurit TNI AD dalam kecelakaan helikopter saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Insiden tragis yang menewaskan Letkol Cpn (Anm.) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anm.) Nurhafiz Akbar ini menjadi pengingat beratnya risiko yang dihadapi para personel militer di garis depan penanggulangan bencana lingkungan.
Dudung, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengarah Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla, menekankan bahwa kedua prajurit tersebut layak mendapat apresiasi setinggi-tingginya karena telah mengabdikan diri untuk menjalankan tugas negara. Kehadiran mereka di lapangan bukan sekadar operasi militer, melainkan misi kemanusiaan untuk menyelamatkan ekosistem vital dari ancaman api.
Kronologi Kejadian dan Detail Operasi
Peristiwa naas ini terjadi pada Rabu (4/11) saat helikopter Mi-17V5 dari Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) tengah menjalankan operasi water bombing. Rinciannya sebagai berikut:
- Waktu & Lokasi Awal: Helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB.
- Tujuan Operasional: Mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk memadamkan karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
- Titik Kecelakaan: Mesin mengalami kendala terbang, menyebabkan helikopter jatuh ke perairan di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Sesaat setelah insiden, TNI AD langsung mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi melalui jalur udara, dengan prioritas utama memastikan seluruh kru mendapatkan pertolongan secepat mungkin.
Proses Pencarian dan Respons Pemerintah
Selain dua korban yang telah gugur, saat ini masih ada satu personel lainnya, yaitu Serda Heri Prasetyo, yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian aktif. Menko Polkam Dudung Abdurachman secara khusus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut mendoakan agar Serda Heri dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Proses pencarian ini menjadi prioritas lanjutan dari penanganan pasca-kecelakaan, di mana koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan keselamatan personel yang tersisa serta investigasi penyebab teknis kegagalan mesin helikopter Mi-17V5 tersebut dapat terungkap dengan transparan. Hal ini sejalan dengan komitmen UU Satu Data Indonesia dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi data untuk mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan secara nasional.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Mentan Amran Luncurkan Ekosistem Jagung Terintegrasi untuk Stabilkan Pakan Peternak Nasional

KPK Telusuri Aset Haniv, Direktur Agung Sedayu Group Diperiksa

Lestari Moerdijat Dorong Kolaborasi Tiga Pilar untuk Jaga Stabilitas Global di KTT Bosphorus
