Mentan Amran Luncurkan Ekosistem Jagung Terintegrasi untuk Stabilkan Pakan Peternak Nasional
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Andi Amran Sulaiman , Menteri Pertanian, resmi mengaktivasi skema rantai pasok jagung terintegrasi yang melibatkan petani, koperasi, Perum Bulog, dan peternak.
- Langkah strategis ini diambil untuk menciptakan ekosistem peternakan yang tangguh dari hulu hingga hilir, sekaligus menindaklanjuti aspirasi dari lebih dari seribu perwakilan peternak di seluruh Indonesia.
- Kebijakan ini bertujuan menjamin ketersediaan bahan baku pakan yang stabil serta melindungi pelaku usaha dari fluktuasi harga yang merugikan.
Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, resmi mengaktivasi skema rantai pasok jagung terintegrasi yang melibatkan petani, koperasi, Perum Bulog, dan peternak. Langkah strategis ini diambil untuk menciptakan ekosistem peternakan yang tangguh dari hulu hingga hilir, sekaligus menindaklanjuti aspirasi dari lebih dari seribu perwakilan peternak di seluruh Indonesia. Kebijakan ini bertujuan menjamin ketersediaan bahan baku pakan yang stabil serta melindungi pelaku usaha dari fluktuasi harga yang merugikan.
Mekanisme baru ini dirancang agar panen jagung yang berlebih tidak menjadi persoalan bagi petani. Melalui koordinasi erat antara pihak-pihak terkait, hasil produksi akan terserap optimal dan disimpan secara strategis. Dengan adanya struktur ini, pemerintah berharap bisa menutup celah pasokan saat musim kemarau atau paceklik tiba, sehingga aktivitas peternakan tidak terganggu.
Mekanisme Penyerapan dan Penyimpanan via Resi Gudang
Inti dari kebijakan ini adalah integrasi rantai pasok di mana petani jagung terhubung langsung dengan koperasi dan peternak sebagai offtaker. Ketika produksi jagung melimpah, Perum Bulog akan membeli kelebihan hasil panen tersebut dan menyimpannya menggunakan mekanisme resi gudang. Stok cadangan ini kemudian dapat diakses kembali oleh peternak saat pasokan mulai menipis.
- Periode Kritis: Mekanisme resi gudang sangat vital pada bulan September, Oktober, dan November, saat pasokan jagung di lapangan terbatas.
- Peran Koperasi: Koperasi yang sudah ada tidak dibubarkan, melainkan diperkuat fungsinya sebagai penghubung antara produksi petani dan kebutuhan peternak.
- Objektif: Memberikan kepastian pasar bagi petani dan menjamin ketersediaan pakan bagi peternak secara permanen.
Amran menegaskan bahwa sistem ini adalah solusi permanen untuk mengatasi masalah klasik di sektor peternakan. "Tanam jagung, kemudian offtaker-nya peternak. Kalau berlebih jagungnya dibeli oleh Bulog, menjadi resi gudang," jelas Amran saat kunjungan kerja di Blitar, Jawa Timur.
Fokus pada Kesejahteraan 160 Juta Penghidupan dan Tata Niaga Telur
Pemerintah menyadari bahwa sektor pertanian dan peternakan merupakan tulang punggung ekonomi bagi sekitar 160 juta masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan ini dirancang untuk memastikan dampak nyata terhadap keberlangsungan usaha dan peningkatan kesejahteraan para pelaku. Selain penguatan rantai jagung, Mentan Amran juga menyoroti issue tata niaga telur yang dinilai tidak adil saat ini, di mana harga di tingkat peternak mengalami tekanan turun, sementara harga di konsumen tetap tinggi.
Untuk mengatasi disparitas harga tersebut, pemerintah akan mengawal distribusi agar peternak mendapat harga sesuai ketentuan. Amran mengingatkan agar praktik pembelian yang melanggar aturan ditindak tegas. "Jangan ganggu petani-peternak kita. Ini bayangkan, ini telur harga di peternak, jatuh. Harga di konsumen, tinggi," ujarnya. Dengan sinergi penguatan koperasi, integrasi produksi, dan pengawasan ketat, Kementan berkomitmen membentuk ekosistem yang lebih terjamin dan mengurangi tekanan akibat fluktuasi pasokan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Siswa SMP Padang Pariaman Olah Sampah Rumah Tangga Menjadi Busana Inovatif

Polri Tinjau Kesiapan Pelabuhan Bakauheni dan Merak Jelang Nataru 2027

KORMI Sumut Gandeng Pemprov Gelar Nias Sport Festival 2027, Hadirkan Ombo Batu hingga Stand Up Paddle
