Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Dua Prajurit TNI Gugur, Satu Hilang dalam Kecelakaan Heli Mi-17 Saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: CNN Nasional
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Dua Prajurit TNI Gugur, Satu Hilang dalam Kecelakaan Heli Mi-17 Saat Padamkan Karhutla di Kalteng
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Helikopter TNI AD Mi-17V5 jatuh saat menjalankan misi water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11).
  • Insiden ini menelan dua korban jiwa prajurit dan satu lainnya masih hilang, memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan jalur udara dan laut di sekitar Kabupaten Seruyan.
  • Kecelakaan ini terjadi saat helikopter sedang dalam operasi pemadaman kebakaran hutan yang kian meluas di wilayah tersebut.

Helikopter TNI AD Mi-17V5 jatuh saat menjalankan misi water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11). Insiden ini menelan dua korban jiwa prajurit dan satu lainnya masih hilang, memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan jalur udara dan laut di sekitar Kabupaten Seruyan.

Kecelakaan ini terjadi saat helikopter sedang dalam operasi pemadaman kebakaran hutan yang kian meluas di wilayah tersebut. Dari data awal, kabin helikopter mengangkut total delapan kru. Lima orang dinyatakan selamat dan segera dilarikan ke RSUD Kuala Pembuang untuk menjalani perawatan intensif, sementara dua prajurit lain dipastikan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kronologi Insiden dan Identitas Prajurit yang Gugur

Kapala Penerangan Kodam XXII Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang, menjelaskan kronologi insiden tersebut. Helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB dengan tujuan Telaga Pulang. Namun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.18 WIB saat pesawat kembali untuk mengambil air laut guna pelaksanaan water bombing. Dua prajurit yang gugur dalam insiden ini adalah Letkol CPN (Anum) Dudi Firmansyah dan Kapten CPN (Anum) Nurhafiz Akbar. Jenazah Letkol Dudi akan disemayamkan di Semarang, sementara jenazah Kapten Nurhafiz di Bandung. Sementara itu, satu prajurit lain, Sertu (Anum) Heri Prasetyo, masih dalam tahap pencarian oleh tim gabungan TNI AD.

Pangdam XIII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, mengonfirmasi status korban dalam keterangannya pada Kamis (5/11). Ia menegaskan bahwa seluruh kru telah terdata dengan jelas, dan proses penyelamatan dilakukan secepat mungkin untuk memaksimalkan evakuasi korban yang masih tertinggal.

Tinjauan Pejabat Negara dan Proses Investigasi Penyebab Kecelakaan

Menyikapi peristiwa duka ini, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan langsung meninjau lokasi kejadian serta menemui para korban selamat di RSUD Kuala Pembuang. Gubernur Agustiar menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya para pahlawan yang bertugas menjaga kelestarian hutan tersebut. Saat ini, penyebab pasti kecelakaan belum dapat diumumkan secara publik karena tim penguji masih melakukan investigasi mendalam di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi apakah faktor teknis pesawat atau cuaca menjadi pemicu utama jatuhnya Mi-17V5 tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ