Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Di Hadap Hakim, Jokowi Akui Terima Laporan Tuduhan Ijazah Palsu Sejak 2025

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: CNN Nasional
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Di Hadap Hakim, Jokowi Akui Terima Laporan Tuduhan Ijazah Palsu Sejak 2025
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Presiden ke-7 RI, Joko Widodo , mengungkapkan bahwa ia mengetahui adanya video dan unggahan terkait tuduhan ijazah palsu setelah menerima laporan langsung dari ajudannya pada 20 Maret 2025 .
  • Pengakuan ini disampaikan Jokowi saat memberikan kesaksian di persidangan dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11).
  • Saat itu, Jokowi mengaku sedang berada di dalam mobil dalam perjalanan di sekitar Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, ketika ajudannya menunjukkan konten-konten tersebut padanya.

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mengungkapkan bahwa ia mengetahui adanya video dan unggahan terkait tuduhan ijazah palsu setelah menerima laporan langsung dari ajudannya pada 20 Maret 2025. Pengakuan ini disampaikan Jokowi saat memberikan kesaksian di persidangan dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11). Saat itu, Jokowi mengaku sedang berada di dalam mobil dalam perjalanan di sekitar Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, ketika ajudannya menunjukkan konten-konten tersebut padanya.

Menurut kesaksian Jokowi, konten yang ditunjukkan oleh ajudannya terdiri dari dua video dan satu unggahan di media sosial X. Meskipun ia tidak mengetahui secara spesifik akun mana yang mengunggah konten tersebut, Jokowi menyatakan bahwa ia segera memerintahkan ajudannya untuk berkonsultasi dengan penasihat hukum. Langkah selanjutnya adalah mengundang para penasihat hukum ke Solo untuk berdiskusi mengenai substansi tuduhan serta menyiapkan bukti-bukti kuat untuk menangkisnya.

Kronologi Temuan hingga Pengaduan Resmi

Setelah melakukan diskusi internal dengan tim hukum, Jokowi memutuskan untuk membuat pengaduan resmi pada 30 April 2025. Ia menegaskan bahwa dalam pengaduan tersebut, ia hanya melaporkan kronologis peristiwa tanpa menyebutkan nama-nama individu yang dilaporkan secara langsung. "Kami membuat pengaduan tanggal 30 April 2025, dan saya tidak menyebutkan nama-nama orang yang saya lapor, yang saya laporkan adalah kronologis peristiwa," ujar Jokowi. Ia menilai bahwa tuduhan ijazah palsu yang beredar saat itu sudah "kebablasan", sehingga ia mengambil inisiatif untuk menangani masalah tersebut melalui jalur hukum.

Jokowi menjelaskan bahwa tuduhan ijazah palsu sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2020, namun semakin ramai dan intensif pada tahun 2024 hingga 2025. Tuduhan tersebut tersebar luas di berbagai platform digital dan media elektronik.

  • Ijazah yang dituduhkan palsu adalah ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
  • Riwayat pendidikan Jokowi dimulai dari SD Negeri 111, SMP Negeri 1, dan SMA Negeri 6 Surakarta sebelum melanjutkan ke UGM.
  • Jokowi merinci bahwa selama di Fakultas Kehutanan, mahasiswa tidak memiliki jurusan formal, melainkan mengambil mata kuliah pilihan sesuai bidang minat.

Konteks Persidangan dan Dampak Tuduhan

Dalam persidangan tersebut, Jokowi hadir didampingi oleh putra dan putrinya, Kaesang dan Kahiyang. Ia menyatakan siap menunjukkan fisik ijazah pendidikannya, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, sebagai bukti klarifikasi. Jokowi juga mencatat bahwa tokoh terdakwa, Roy Suryo, kerap hadir sebagai narasumber dalam berbagai acara talk show yang membahas tuduhan tersebut. Acara-acara yang disebut Jokowi antara lain Rakyat Bersuara, Abraham Samad Speak Up, serta sejumlah program di Sentana TV dan TvOne. Kehadiran Jokowi di persidangan ini menegaskan komitmennya untuk meluruskan fakta secara hukum, sekaligus menjadi penutup dari kontroversi yang telah menggelembung selama beberapa tahun terakhir tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ