Juliana Ojong dan Revolusi Eco Enzyme: Mengubah 20 Ton Sampah Organik Jadi Cairan Multiguna
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Juliana Ojong , warga Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat, telah membuktikan bahwa sampah organik rumah tangga dapat bertransformasi menjadi aset berharga melalui pembuatan eco enzyme .
- Perjalanan Juliana dimulai dari kesadaran sebagai seorang vegetarian yang menghasilkan banyak limbah kulit buah dan sayur.
- Setelah mempelajari teknik pengolahan, ia menemukan bahwa eco enzyme mampu menggantikan bahan kimia berbahaya.
Juliana Ojong, warga Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat, telah membuktikan bahwa sampah organik rumah tangga dapat bertransformasi menjadi aset berharga melalui pembuatan eco enzyme. Berkat konsistensinya selama tujuh tahun, Juliana tidak hanya mengelola sampah dari rumahnya, tetapi juga menggerakkan komunitas yang berhasil memproses lebih dari 20 ton sampah organik menjadi cairan pembersih alami.
Perjalanan Juliana dimulai dari kesadaran sebagai seorang vegetarian yang menghasilkan banyak limbah kulit buah dan sayur. Setelah mempelajari teknik pengolahan, ia menemukan bahwa eco enzyme mampu menggantikan bahan kimia berbahaya. Pengalaman nyata saat membersihkan rumah dan vihara dari dampak banjir meyakinkannya bahwa cairan ini efektif menghilangkan bau dan noda tanpa residu kimia.
Mekanisme Produksi dan Kolaborasi Skala Nasional
Proses pembuatan eco enzyme yang diterapkan Juliana cukup sederhana namun memerlukan ketelitian. Resep standar yang ia gunakan adalah 1 kg gula merah, 3 kg kulit buah, dan 10 liter air dalam wadah 20 liter. Fermentasi berlangsung selama satu bulan dengan penutup yang dilapisi plastik dan diikat karet untuk mencegah kebocoran gas.
- Setiap 10 liter eco enzyme dapat mengolah 3 kg sampah organik.
- Sumber sampah tidak hanya dari rumah tangga, tetapi juga melalui kolaborasi dengan pedagang pasar.
- Di Jakarta, kolaborasi dengan DLH DKI dan Sekolah Adiwiyata telah menghasilkan 14 ton eco enzyme sejak April.
"Kami lebih penanganan untuk pilah dan olah sampah organik, khususnya organik bersih... untuk menjadi cairan multimanfaat yang disebut eco enzyme," ujar Juliana saat diwawancarai pada Kamis (5/11). Cairan ini kini digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembersih lantai, pencuci piring, hingga pembersih dapur.
Dampak Lingkungan dan Apresiasi Pemerintah DKI
Dampak dari inisiatif Juliana meluas hingga ke skala nasional. Komunitas Eco Enzyme Nusantara yang ia pimpin kini memiliki 691 anggota resmi, dengan lebih dari 7.000 orang yang mengikuti aktivitas mereka melalui media daring. Keberhasilan ini mengantarkannya menjadi peserta Pilah Olah Sampah Heroes 2026, sebuah program apresiasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik).
Program ini dirancang untuk menghargai para penggerak lingkungan dan Key Opinion Leader (KOL) yang memiliki aksi nyata dalam pengelolaan sampah. Saat ini, proses penilaian telah memasuki tahap verifikasi lapangan, di mana empat juri teknis akan melakukan inspeksi langsung untuk memvalidasi upaya lingkungan yang telah dilakukan oleh Juliana dan peserta lainnya.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Batal Impor KRL Bekas dari Jepang, KAI Tekankan Percepatan Pengadaan 23 Rangkaian Baru Lewat Industri Dalam Negeri

BGN Percepat Aktivasi 953 SPPG Baru, Targetkan 1,5 Juta Penerima Manfaat MBG

KOI Rajut Diplomasi di Dakar, Buka Pintu Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade 2028
