BPP KAPMI Targetkan 1 Juta Pengusaha Muda, KAPMI Academy Jadi Mesin Transformasi Kompetensi
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) merumuskan ambisi besar melalui KAPMI Academy , sebuah lembaga pendidikan yang ditargetkan mencetak 1 juta pengusaha muda di Indonesia.
- Muliansyah Abdurrahman , Ketua Umum BPP KAPMI, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar retorika, melainkan langkah strategis untuk mengubah pola pikir dan nasib pelaku usaha generasi baru.
- "Terlihat gila, tapi inilah misi besar kita untuk Indonesia.
Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) merumuskan ambisi besar melalui KAPMI Academy, sebuah lembaga pendidikan yang ditargetkan mencetak 1 juta pengusaha muda di Indonesia. Muliansyah Abdurrahman, Ketua Umum BPP KAPMI, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar retorika, melainkan langkah strategis untuk mengubah pola pikir dan nasib pelaku usaha generasi baru.
"Terlihat gila, tapi inilah misi besar kita untuk Indonesia. KAPMI Academy harus bekerja keras, tidak boleh main-main," ujar Muliansyah dalam keterangannya di Jakarta. Ia memaknai target tersebut sebagai upaya untuk mengubah entitas kecil menjadi besar dan yang lemah menjadi kuat, hingga mampu mencapai kemandirian ekonomi seperti naik haji dari hasil usaha sendiri.
Transformasi Pendidikan dan Kolaborasi Strategis
Untuk mewujudkan visi tersebut, Evi Apriyanti, Direktur Eksekutif KAPMI Academy, berkomitmen membangun sistem yang jauh melampaui seminar biasa. "Kami akan membangun KAPMI Academy sebagai lembaga pendidikan yang profesional... Kurikulumnya harus berbasis keahlian, praktik nyata, dan pendampingan langsung," paparnya. Hal ini sejalan dengan kerja sama strategis BPP KAPMI dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Instruktur Nusantara (LSP INSAN) guna memperkuat standar kompetensi.
Kolaborasi ini berfokus pada program sertifikasi dan pelatihan yang diakui secara nasional. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan profesionalisme mitra usaha melalui poin-poin kunci berikut:
- Pelatihan berbasis kompetensi pada skema yang diakui secara nasional.
- Penguatan mitra di sektor industri kreatif digital, manufaktur ringan, logistik, hingga jasa profesional.
- Persiapan ekosistem *trainer* muda yang terstandar sesuai kebutuhan industri nasional.
Dampak Ekosistem dan Penyiapan Generasi Berdaya Saing
Implementasi program ini diharapkan segera berjalan di seluruh Indonesia untuk melahirkan pengusaha yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Muliansyah Abdurrahman menyatakan bahwa penguatan kompetensi adalah kunci agar pelaku usaha muda tidak hanya bertahan dalam kondisi pasar yang fluktuatif, tetapi mampu "naik kelas" dan bermitra dengan industri besar. Langkah konkret ini menjadi fondasi bagi BPP KAPMI dalam menyiapkan ekosistem bisnis yang adaptif dan terstandar.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

OJK Rekam Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus 84 Persen Target 2026

Menperin: Jepang Jadi Pasar Utama Ekspor Sagu Indonesia, Capai 14 Persen pada 2025

Mendagri Tito Karnavian: Interoperabilitas UU Satu Data Indonesia Kunci Perencanaan Pembangunan Daerah yang Tepat Sasaran
