Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

45 Rekomendasi WJES 2026 Diharap Akselerasi Transformasi Ekonomi Jawa Barat Secara Inklusif

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

45 Rekomendasi WJES 2026 Diharap Akselerasi Transformasi Ekonomi Jawa Barat Secara Inklusif
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Langkah ini diluncurkan melalui Seminar Nasional West Java Economic Society (WJES) 2026 yang digelar di Bale Pasundan, Kota Bandung, Selasa (3/11).
  • Forum ini menjadi platform krusial untuk menjembatani kajian akademis dengan kebutuhan kebijakan daerah, dengan target utama menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
  • Rumusan kebijakan tersebut tidak muncul secara isolasi, melainkan hasil dari proses intelektual yang ketat.

Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung resmi merumuskan 45 rekomendasi kebijakan strategis guna memperkuat ketahanan dan transformasi ekonomi Jawa Barat. Langkah ini diluncurkan melalui Seminar Nasional West Java Economic Society (WJES) 2026 yang digelar di Bale Pasundan, Kota Bandung, Selasa (3/11). Forum ini menjadi platform krusial untuk menjembatani kajian akademis dengan kebutuhan kebijakan daerah, dengan target utama menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Rumusan kebijakan tersebut tidak muncul secara isolasi, melainkan hasil dari proses intelektual yang ketat. Puluhan rekomendasi ini merupakan kristalisasi dari penelitian yang dilakukan oleh 269 peneliti dari berbagai daerah di Indonesia. Agar relevansinya terjamin, penyusunannya melibatkan konsultasi intensif dengan 16 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar. Dari total karya ilmiah yang masuk, hanya delapan paper terbaik yang terpilih untuk dipaparkan secara mendalam dalam seminar tersebut, mencerminkan standar kualitas akademik yang tinggi.

Fokus Kebijakan: Menyelaraskan SDM dengan Kebutuhan Industri

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menekankan bahwa penguatan ekonomi harus diiringi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan perluasan kesempatan kerja. Ia menyerukan agar investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pada pembangunan pabrik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, menambahkan bahwa isu kesiapan tenaga kerja menjadi tantangan utama. Terdapat kesenjangan nyata antara kompetensi pekerja dengan kebutuhan industri, khususnya pada sektor kendaraan listrik, yang belum sepenuhnya diikuti oleh penyesuaian kurikulum pendidikan vokasi.

Untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif, beberapa poin kunci rekomendasi dan pernyataan tokoh disorot sebagai berikut:

  • Pemprov Jabar berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja.
  • Ditekankan pentingnya 'link and match' antara sistem pendidikan dengan dinamika industri yang terus berkembang.
  • Investor diminta memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi, bukan sekadar asal mempekerjakan warga sekitar.
  • Penyerapan tenaga kerja harus mempertimbangkan keterampilan dan kualifikasi untuk menjaga daya saing perusahaan.

Dampak Jangka Panjang dan Komitmen Kolaborasi Lintas Sektor

Erwan Setiawan menegaskan posisinya yang inklusif terhadap investor, baik lokal maupun asing, dengan syarat mereka memperhatikan dampak sosial dan menyerap tenaga kerja lokal secara berkualitas. Ia secara tegas menolak praktik intimidasi oleh oknum yang meminta pekerja tanpa keterampilan memadai, menekankan bahwa masyarakat lokal harus siap bersaing secara meritokratis. Di sisi lain, Junanto Herdiawan menyambut baik pelibatan 16 OPD sebagai upaya memastikan rekomendasi sesuai kebutuhan riil daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku.

Sebagai penutup dari rangkaian diskusi, seluruh hasil penelitian dan 45 rekomendasi kebijakan WJES 2026 diserahkan secara simbolis dalam bentuk buku kompilasi kepada Wakil Gubernur Jawa Barat. Dokumen ini diharapkan menjadi instrumen navigasi utama bagi Pemprov Jabar dalam menyusun kebijakan pembangunan. Kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha melalui forum seperti WJES menjadi kunci untuk memastikan bahwa transformasi ekonomi Jawa Barat tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ