BBG Salurkan Gas Jatim ke Jabar via Pipa Cisem, Dukung Pengujian Infrastruktur ESDM
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- PT Bayu Buana Gemilang (BBG) resmi memulai penyaluran gas bumi dari Jawa Timur (Jatim) ke Jawa Barat (Jabar) melalui jaringan pipa Cirebon-Semarang (Cisem) sejak 4 September 2026 .
- Langkah strategis ini diambil untuk memenuhi kebutuhan energi pelanggan di wilayah tersebut, dengan kapasitas pengangkutan harian yang dicadangkan sebesar 3 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) .
- Direktur Utama BBG, Andi Rachman , menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap pemanfaatan jaringan transmisi gas yang saling terhubung guna menjamin suplai energi nasional.
PT Bayu Buana Gemilang (BBG) resmi memulai penyaluran gas bumi dari Jawa Timur (Jatim) ke Jawa Barat (Jabar) melalui jaringan pipa Cirebon-Semarang (Cisem) sejak 4 September 2026. Langkah strategis ini diambil untuk memenuhi kebutuhan energi pelanggan di wilayah tersebut, dengan kapasitas pengangkutan harian yang dicadangkan sebesar 3 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Direktur Utama BBG, Andi Rachman, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap pemanfaatan jaringan transmisi gas yang saling terhubung guna menjamin suplai energi nasional.
Penyaluran gas ini dilaksanakan berdasarkan perjanjian pengangkutan gas dengan PT Pertamina Gas (Pertagas). Melalui pengaliran ini, BBG menjadi salah satu perusahaan pengirim gas (shipper) yang memanfaatkan jaringan Cisem untuk menghubungkan pasokan gas domestik dari Jatim dengan kebutuhan di Jabar. Hal ini menandai ekspansi akses pasokan gas domestik yang lebih luas dan fleksibel bagi sektor industri dan komersial.
Respons atas Permintaan Pengujian Infrastruktur ESDM
Pengaliran gas pada awal September ini juga merupakan tindak lanjut langsung dari permintaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pada 3 September 2026, Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi meminta BBG menyediakan pasokan gas untuk pengujian dinamis lanjutan sistem pengukuran gas di ruas Batang-Kandang Haur Timur (KHT) atau Cisem II.
Permintaan teknis tersebut mencakup beberapa poin krusial yang harus dipenuhi oleh BBG:
- Pengujian dinamis lanjutan sistem pengukuran gas di KHT.
- Kegiatan pembersihan bagian dalam pipa (cleaning pigging) pada ruas Batang-KHT.
- Persiapan penyaluran gas berikutnya melalui jaringan transmisi yang terintegrasi.
BBG kemudian mulai mengalirkan gas pada 4 September 2026, dan kegiatan pengujian lanjutan sistem pengukuran tersebut dinyatakan selesai pada 6 September 2026.
Integrasi Cisem II dan Dampak Jangka Panjang
Cisem II merupakan infrastruktur transmisi gas bumi sepanjang sekitar 242 kilometer yang menghubungkan Batang, Jawa Tengah, dengan Kandang Haur Timur, Jawa Barat. Berdasarkan keterangan Kementerian ESDM, Cisem II telah dinyatakan siap beroperasi penuh melalui kegiatan commissioning dan integrasi sistem transmisi gas pada 6 Juni 2026. Pemerintah melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS telah menunjuk Pertagas sebagai operator Cisem II pada April 2026.
Pertagas sebelumnya menyampaikan pada 8 Juli 2026 bahwa integrasi Cisem II dapat membantu mengatasi kendala pasokan gas bumi di Jabar melalui pemanfaatan gas dari Jatim. Keterhubungan Cisem I (Semarang-Batang) dan Cisem II menjadi bagian vital dari integrasi jaringan transmisi gas bumi di Pulau Jawa. BBG menyatakan akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pelanggan yang sudah ada, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi dalam negeri untuk ketahanan energi nasional.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

BKSDA Maluku Amankan Tiga Burung Dilindungi dari KM Labobar di Ambon

SiParkir dan AMAN Jadi Andalan Sorong Dampakkan Inovasi IGA 2026

Progres 76%, IPAL Zona 1 Pluit Rp7,7 Triliun Jadi Solusi Jangka Panjang Krisis Air Limbah Jakarta
