Wamen HAM Desak Penyelidikan Transparan Insiden Pidie, Ingatkan Risiko Ancam Perdamaian Aceh
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kekerasan di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, yang terjadi pada Rabu (4/11).
- Peristiwa tersebut berawal dari penertiban bendera bintang bulan oleh personel TNI AD dalam rangkaian peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, yang memicu bentrokan dengan masyarakat setempat.
- Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia akibat tertembak di bagian dada dan 13 warga lainnya mengalami luka-luka.
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kekerasan di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, yang terjadi pada Rabu (4/11). Peristiwa tersebut berawal dari penertiban bendera bintang bulan oleh personel TNI AD dalam rangkaian peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, yang memicu bentrokan dengan masyarakat setempat. Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia akibat tertembak di bagian dada dan 13 warga lainnya mengalami luka-luka. Mugiyanto menegaskan bahwa perbedaan pandangan terkait simbol daerah seharusnya tidak berujung pada kekerasan yang mengancam nyawa, sekaligus mengekspresikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Desakan Penyelidikan dan Jaminan Keadilan
Dalam keterangannya di Jakarta, Mugiyanto mendesak adanya investigasi komprehensif yang mencakup dasar kewenangan tindakan aparat hingga dugaan penggunaan senjata api. Ia menekankan pentingnya transparansi untuk mengungkap fakta secara utuh serta menjamin hak korban atas keadilan dan pemulihan. "Jangan sampai peristiwa ini menghidupkan kembali ketegangan dan merusak kepercayaan masyarakat yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade," ujarnya, mengingatkan bahwa semangat Perdamaian Helsinki harus dijaga.
Kondisi Kondusif dan Langkah Penyelesaian
Kondisi di lokasi telah mulai pulih. Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf. Teuku Mustafa Kamal, menyatakan bahwa keamanan di Desa Pulo Keunari kini kembali kondusif pasca-bentrokan. Meski demikian, persoalan penggunaan simbol kekhususan Aceh diinstruksikan untuk diselesaikan melalui jalur dialog dan mekanisme hukum.
- Satu warga meninggal dunia akibat tembakan di dada.
- 13 warga dan 6 personel TNI mengalami luka-luka.
- Penyelidikan didesak untuk mencakup legalitas tindakan aparat.
- Mekanisme penyelesaian harus menghormati semangat perdamaian Aceh.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

BKSDA Maluku Amankan Tiga Burung Dilindungi dari KM Labobar di Ambon

SiParkir dan AMAN Jadi Andalan Sorong Dampakkan Inovasi IGA 2026

Progres 76%, IPAL Zona 1 Pluit Rp7,7 Triliun Jadi Solusi Jangka Panjang Krisis Air Limbah Jakarta
