Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Tri Sugiarti: Ubah Koran Bekas Jadi Kerajinan Omzet Rp5 Juta, Bina Warga Jakarta Selatan Berdaya

Berita NasionalRina WijayaRina WijayaSumber: CNN Nasional
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Tri Sugiarti: Ubah Koran Bekas Jadi Kerajinan Omzet Rp5 Juta, Bina Warga Jakarta Selatan Berdaya
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Tri Sugiarti , peserta Program Pilah Olah Sampah Heroes 2026, mengubah limbah kertas menjadi aset ekonomi dengan menghasilkan lebih dari 60 jenis kerajinan tangan.
  • Berbasis di Jakarta Selatan, Tri membuktikan bahwa sampah bukan lagi beban, melainkan sumber pendapatan bagi komunitasnya.
  • "Kalau untuk kerajinan tangan dari kertas koran, kami punya lebih dari 60 bentuk.

Tri Sugiarti, peserta Program Pilah Olah Sampah Heroes 2026, mengubah limbah kertas menjadi aset ekonomi dengan menghasilkan lebih dari 60 jenis kerajinan tangan. Berbasis di Jakarta Selatan, Tri membuktikan bahwa sampah bukan lagi beban, melainkan sumber pendapatan bagi komunitasnya. "Kalau untuk kerajinan tangan dari kertas koran, kami punya lebih dari 60 bentuk. Dari mulai kotak tisu, tempat buah, piring, dan lain sebagainya, itu lebih dari 60 jenis," ujar Tri dalam keterangannya pada Rabu (4/11). Kesuksesan ini menjadi bukti bahwa pendekatan kreatif terhadap pengelolaan sampah dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Tidak hanya mengolah kertas dan koran, Tri juga mengonversi minyak jelantah dan sampah plastik menjadi produk bernilai tinggi seperti sabun, lilin, tikar, dan tas. Dari operasional ini, Tri mencatat omzet minimal Rp5 juta per bulan. "Aku omzet paling sedikit itu 5 juta paling sedikit setiap bulan. Dari yang cuman satu produk doang. Belum yang lain-lain," ungkap Tri. Angka ini jauh melampaui harga jual mentah sampah yang hanya berkisar Rp2.000 per kilogram.

Model Bisnis Bank Sampah yang Menggerakkan Warga

Tri menjalankan inisiatif ini melalui Bank Sampah Tri Alam Lestari di Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Model bisnisnya mengedepankan pemberdayaan warga lokal sebagai produsen, bukan sekadar pengumpul sampah. Tri mengilustrasikan nilai tambah produksinya: satu kilogram koran bekas yang dijual sebagai mentah seharga Rp2.000, dapat diolah menjadi lima unit kotak tisu yang masing-masing terjual seharga Rp50.000. "Bikin kotak-kotak [tisu] tuh warga. Nah, kan aku memberdayakan warga sekitar. Jadi mereka bikin di rumah, terus nanti setor, dapat uang," terang Tri. Proses ini menciptakan rantai nilai baru di tingkat rumah tangga.

"Anggota kami yang tadinya tidak punya wirausaha, ya, sekarang punya hasil untuk jualan, dijual dan punya income, punya peningkatan kesejahteraan keluarga," tambah Tri. Dampak ekonomi yang tercipta tidak hanya terbatas pada tingkat komunitas, tetapi juga menyentuh kehidupan pribadi Tri. Ia mengaku mampu membiayai pendidikan hingga jenjang sarjana untuk anaknya. "Walaupun ibunya bukan sarjana gitu, tapi anak saya bisa sarjana berkat kegiatan mengolah sampah. Jadi saya tidak malu ketika dibilang tukang sampah, tapi saya malu ketika dibilang tukang nyampah," tegas Tri. Keberhasilan ini sekaligus mempromosikan pola pikir positif terhadap profesi pengolahan sampah.

Ekspansi Ilmu Pengetahuan dan Penghargaan Nasional

Tri tidak berhenti pada tingkat lokal; ia bereksperimen dengan spesialisasi produk untuk bank sampah di wilayah lain. "Misalkan kami membina di satu wilayah, itu kami fokuskan di pengolahan plastiknya. Kemudian kami membina lagi di wilayah lain, itu kami fokuskan ke pengolahan minyak jelantahnya," ujar Tri. Strategi ini bertujuan agar setiap komunitas memiliki produk olahan khas yang mampu bersaing di pasar.

Keberhasilan Tri menjadikannya salah satu dari 10 finalis Program Pilah Olah Sampah Heroes 2026, sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program ini dirancang untuk mengapresiasi pahlawan lingkungan yang aktif menggerakkan inisiatif pengurangan sampah dan edukasi publik. Proses penilaian final para finalis dijadwalkan berlangsung pada Senin (9/11). Pemenang ajang penghargaan ini akan menerima apresiasi langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam acara penganugerahan yang akan digelar pada Selasa (10/11).

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ