Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Samuel Wattimena Dorong Pencatatan Sejarah Komprehensif Perancang Busana Indonesia Sejak 1950

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Kompas Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Samuel Wattimena Dorong Pencatatan Sejarah Komprehensif Perancang Busana Indonesia Sejak 1950
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Inisiatif ini dilangsungkan dalam rangkaian acara instalasi MODE Indonesia yang bertujuan melestarikan warisan intelektual dan kreatif bangsa.
  • "Dari situ kemudian saya memahami bahwa orang yang autodidak kayak saya di Jakarta, apalagi di daerah, itu banyak sekali.
  • Karena sekolah mode di luar maupun sekolah mode di sini itu enggak murah," tegasnya.

Pada sesi pra-peluncuran buku "MODE Indonesia by Samuel Wattimena" di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, perancang busana ternama Samuel Wattimena menyerukan urgensi pendokumentasian riwayat para desainer fesyen nasional. Anggota Komisi VII DPR RI periode 2024โ€“2029 tersebut menilai kebutuhan akan buku sejarah yang komprehensif, yang merekam jejak perancang sejak era 1950-an hingga masa kini, sebagai langkah krusial untuk memahami evolusi orientasi dan sistem kerja industri mode Indonesia.

Inisiatif ini dilangsungkan dalam rangkaian acara instalasi MODE Indonesia yang bertujuan melestarikan warisan intelektual dan kreatif bangsa. Samuel menyoroti bahwa akses pendidikan formal di bidang mode saat ini telah jauh lebih terbuka dibandingkan era 1950-an hingga 1970-an, di mana keterbatasan fasilitas membuat banyak talenta terpaksa menempuh jalur autodidak seperti yang ia alami sendiri.

Jalur Autodidak dan Latar Historis Kemunculan Desainer Nasional

Samuel, yang berhasil menjuarai Lomba Perancang Mode (LPM) tahun 1979 dengan bekal keterampilan menggambar dan ilmu merancang yang dipelajari secara mandiri, menyadari bahwa dirinya bukanlah satu-satunya. "Dari situ kemudian saya memahami bahwa orang yang autodidak kayak saya di Jakarta, apalagi di daerah, itu banyak sekali. Karena sekolah mode di luar maupun sekolah mode di sini itu enggak murah," tegasnya. Fakta ini mengindikasikan bahwa di balik kemegahan panggung fesyen nasional, terdapat banyak cerita perjuangan desainer yang lahir dari keterbatasan akses pendidikan formal di masa lalu.

Ekspektasi Referensi Akademik untuk Generasi Muda

Kehadiran dokumentasi sejarah ini diharapkan tidak hanya menjadi arsip data, tetapi juga menjadi instrumen edukasi bagi penerus industri kreatif. Samuel berharap buku tersebut dapat menjadi rujukan utama bagi pelajar dan peminat fesyen untuk memetakan perkembangan disiplin mode di Indonesia.

  • Mendokumentasikan perancang dari era 1950-an hingga kini.
  • Mengidentifikasi orientasi kerja dan sistem produksi desainer masa lampau.
  • Memberikan inspirasi bagi talenta desainer dari latar belakang daerah yang akses pendidikannya terbatas.
Dengan langkah ini, Samuel berusaha memastikan bahwa identitas dan karya perancang busana Indonesia terlestarikan secara sistematis untuk kepentingan akademis dan komersial jangka panjang.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ