LPPOM Hadirkan Halal Connect 2026 untuk Perkuat Daya Saing UMKM di Pasar Global

- Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati , menegaskan bahwa kegiatan ini mempertemukan sekitar 100 pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari ritel, pemasok bahan baku (supplier), hingga UMKM.
- Ia menekankan pentingnya nilai tambah bagi usaha yang telah bersertifikat agar mampu naik kelas dan memperluas bisnisnya.
- "Bagi LPPOM yang jauh lebih penting adalah memastikan pelaku usaha memiliki kesadaran penuh untuk menjaga konsistensi kualitas dan kehalalan produknya," ujar Muti dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) menggelar Halal Connect 2026 di Jakarta dengan tujuan utama membangun ekosistem bisnis halal yang terintegrasi sekaligus meningkatkan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar global. Kegiatan strategis ini diinisiasi oleh LPPOM Pusat dan diselenggarakan oleh LPPOM DKI Jakarta sebagai wadah kolaborasi serta pembentukan jejaring kemitraan bisnis antara berbagai pemangku kepentingan industri halal, dengan tema besar "Sinergi Membangun Ekosistem Bisnis Halal Menuju Pasar Global".
Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menegaskan bahwa kegiatan ini mempertemukan sekitar 100 pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari ritel, pemasok bahan baku (supplier), hingga UMKM. Ia menekankan pentingnya nilai tambah bagi usaha yang telah bersertifikat agar mampu naik kelas dan memperluas bisnisnya. "Bagi LPPOM yang jauh lebih penting adalah memastikan pelaku usaha memiliki kesadaran penuh untuk menjaga konsistensi kualitas dan kehalalan produknya," ujar Muti dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Fasilitasi Sertifikasi dan Jejaring Kemitraan Strategis
Dalam rangka memperkuat implementasi kerja sama, acara ini tidak hanya terbatas pada diskusi, tetapi juga menghadirkan sesi penyerahan dukungan fasilitasi sertifikasi halal secara simbolis. Dukungan ini diberikan kepada
- 1.000 pelaku usaha oleh Maybank Syariah,
- 30 pelaku usaha oleh Bank Indonesia,
- 20 pelaku usaha oleh PT Pelindo Sinergi Lokaseva.
Respons Regulasi dan Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah
Untuk memastikan sinergi lintas lembaga, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi panel yang melibatkan perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), LPPOM Pusat, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Maybank Syariah, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Ketua Umum MUI DKI Jakarta, M. Faiz Sykron Makmun, menekankan bahwa pengembangan ekosistem halal harus memberikan manfaat nyata dan keadilan bagi masyarakat, khususnya UMKM. "Mereka membutuhkan pendampingan, akses pembiayaan, kesempatan, dan perlakuan yang adil agar dapat berkembang," katanya. Sesi temu bisnis (business matching) yang menjadi bagian akhir acara diarahkan untuk membangun peluang kemitraan konkret dan mendorong komitmen tindak lanjut kerja sama di antara para pelaku usaha.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Perumda Sarana Jaya Perkuat Tata Kelola melalui Sinergi Strategis dengan BPKP DKI Jakarta

Adarasa Asal Salatiga Tembus Pasar Global, Ekspor Bubuk Ube hingga Kejutkan Amerika Serikat

Curi Kabel Pengaman Rel, Dua Terdakwa di Tanah Abang Dvonisi 2 Tahun Penjara
